Bursa Asia Fluktuatif, IHSG Ditutup Kembali ke Zona Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (29/8/2019), di tengah fluktuasi bursa saham Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  16:21 WIB
Bursa Asia Fluktuatif, IHSG Ditutup Kembali ke Zona Hijau
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (29/8/2019), di tengah fluktuasi bursa saham Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di zona hijau dengan dengan penguatan 0,12 persen atau 7,47 poin ke level 6.289,12, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,1 persen atau 6,54 poin di level 6.288,19 pagi ini.

Pada perdagangan Rabu (28/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,06 persen atau 3,47 poin ke level 6.281,65.

Sepanjang hari ini, IHSG begerak pada kisaran 6.276,42-6.306,90.

Lima dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor industri dasar yang menguat 1,23 persen, disusul sektor tambang dengan penguatan 0,72 persen.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut hari ini, dipimpin oleh sektor pertanian dengan pelemahan 1,11 persen dan barang konsumsi yang melemah 0,77 persen.

Dari 650 saham yang diperdagangkan, 197 saham di antaranya menguat, sedangkan 207 saham melemah, dan 246 saham lainnya stagnan.

Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang masing-masing menguat 20 persen dan 9,91 persen menjadi pendorong utama atas kenaikan IHSG.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 21 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.238 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp14.237-Rp14.263 per dolar AS.

IHSG menguat di saat bursa saham lainnya di Asia cenderung variatif, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 melemah masing-masing 0,01 persen dan 0,09 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 0,1 persen.

Di sisi lain, indeks Hang Seng ditutup menguat 0,34 persen, sedangkan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,84 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia cenderung bergerak di kedua arah setelah pasar menafsirkan komentar China mengenai perang perdagangan secara positif.

Juru bicara kementerian perdagangan China mengatakan negeri Panda tersebut tidak akan segera membalas kenaikan tarif terbaru AS dan mengatakan pembahasan mengenai penghapusan tariff tambahan jauh lebih penting.

Namun, sentimen investor masih rapuh setelah pernyataan Presiden Donald Trump baru-baru ini mengenai perdagangan. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan para pejabat perdagangan AS mengharapkan negosiator China untuk mengunjungi Washington, tetapi belum memberi kepastian apakan pertemuan yang dijadwalkan pada September akan benar-benar dilakukan.

Analis pasar di Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd. Ayako Sera mengatakan minat investor untuk melakukan perdagangan secara aktif saat ini cenderung rendah.

“Akan ada putaran kenaikan tarif barang-barang China pada awal September. Sikap investor saat ini mungkin adalah melihat dengan cermat apa dampak dari kenaikan tarif tersebut terhadap ekonomi global," ungkap Ayaka.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

SMMA

+20,00

TBIG

+9,91

INKP

5,99

ICBP

1,48

Saham-saham penekan IHSG:
KodeKenaikan (persen)

HMSP

-3,08

GGRM

-1,85

FREN

-4,52

BBNI

-0,99

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top