Mirae Asset Sekuritas Rekomendasikan Trading Buy GGRM & HMSP

Mirae Asset mempertahankan pandangan overweight terhadap saham di sektor itu karena valuasinya yang murah (undemanding valuation).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  12:23 WIB
Mirae Asset Sekuritas Rekomendasikan Trading Buy GGRM & HMSP
Rokok dijual di sebuah gerai waralaba, di Jakarta, Minggu (21/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan pandangan overweight terhadap saham GGRM dan HMSP, meski cukai rokok berpeluang naik pada 2020.

Dalam risetnya, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, berdasarkan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2020 pendapatan cukai ditetapkan tumbuh 8,2% menjadi Rp179,3 triliun. Hal itu sejalan dengan antisipasi pelaku pasar bahwa target setoran cukai akan naik pada 2020.

Analis memperkirakan, cukai rokok per batangnya akan naik rata-rata 10%, lebih tinggi dari kenaikan upah minimum. Akibatnya, pertumbuhan volume penjualan diperkirakan akan flat.

Penurunan lebih lanjut diperkirakan terjadi pada volume penjualan sigaret putih mesin (SPM) karena cukai rokok naik paling tinggi dan popularitasnya yang menurun di kalangan konsumen Indonesia, serta sigaret kretek tangan (SKT) seiring dengan tren sigaret kretek mesin (SKM) full flavor.

Baca juga: GGRM Geser HMSP

Christine menilai PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) akan berlanjut menerima keuntungan dari kenaikan SKM full flavor. Di sisi lain PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) bakal menghadapi persaingan yang lebih ketat untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Pasalnya, produk HMSP lebih banyak SKM rendah tar dan nikotin. Meski demikian, HMSP akan meluncurkan terobosan barunya di kategori full flavor yakni A Filter pada kuartal III/2019.

Menurutnya, Sampoerna A Filter diluncurkan untuk memiliki portofolio produk dengan poin harga yang lebih tinggi, dibandingkan dengan SKM full flavor dengan margin rendah dan Marlboro Filter Black.

"Kami percaya kedua perusahaan ini akan hati-hati dalam meningkatkan rerata harga jual (average selling price/ASP) mereka untuk meneruskan biaya," katanya dalam riset yang dirilis pada 27 Agustus 2019.

Mirae Asset mempertahankan pandangan overweight terhadap saham di sektor itu karena valuasinya yang murah (undemanding valuation), kenaikan anggaran kesehatan pada RAPBN 2020 yang berarti pemerintah menghindari kenaikan tinggi pada cukai rokok untuk mensubisi anggaran kesehatan, dan proyeksi investor atas kenaikan cukai rokok yang signifikan.

Saham GGRM direkomendasikan trading buy dengan target harga Rp89.000 per saham. Sementara itu, HMSP ditargetkan dapat menyentuh Rp3.300 dengan rekomendasi trading buy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, emiten rokok

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top