Prospek Perang Dagang Buram, Minyak Mentah Melemah

Harga minyak mentah ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (26/8/2019) di tengah sinyal yang bertentangan mengenai prospek mencairnya hubungan perdagangan AS-China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Agustus 2019  |  07:24 WIB
Prospek Perang Dagang Buram, Minyak Mentah Melemah
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (26/8/2019) di tengah sinyal yang bertentangan mengenai prospek mencairnya hubungan perdagangan AS-China.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober ditutup melemah 0,53 poin ke level US$ 53,64 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Oktober ditutup melemah 0,64 poin ke level US$58,70 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Brent diperdagangkan lebih mahal US$5,06 dibandingkan WTI kontrak bulan yang sama.

Dilansir dari Bloomberg, Presiden AS Donald Trump pada KTT G7 di Prancis mengatakan China meminta perundingan kembali diadakan, yang membuat harga minyak naik. Tetapi seorang eksekutif media berpengaruh di China dengan cepat merendahkan pentingnya upaya tersebut.

"Secara keseluruhan, pertemuan G7 belum terlalu positif, dan itulah sebabnya beberapa penguatan sebelumnya berbalik kembali," kata Ellen Wald, presiden Transversal Consulting, seperti dikutip Bloomberg.

Selain itu, harga minyak mentah juga tertekan atas minimnya optimisme pembicaraan antara AS dan Iran untuk kesepakatan nuklir baru, setelah Trump melontarkan gagasan pertemuan dengan Presiden Hassan Rouhani yang dapat menyebabkan pelonggaran pembatasan minyak dan ekonomi Iran.

"Ada pembicaraan tentang pertemuan Trump dengan Iran, bahwa mereka ingin melakukan kesepakatan nuklir. Dia tidak mempercayai mereka, jadi Trump tidak akan membuat kesepakatan," kata Phil Streible, ahli strategi pasar senior di RJO futures.

Selain itu, Phil menambahkan ada kelebihan pasokan minyak, khususnya di AS. Stok minyak mentah mencapai hampir 438 juta barel pada saat prospek permintaan global dipertanyakan.

Di KTT G7, Tump mengatakan pihak China mengundang juru runding AS untuk kembali melakukan perundingan. "Kami akan segera memulai dan bernegosiasi dan melihat apa yang terjadi, tetapi saya pikir kami akan membuat kesepakatan," ungkap Trump.

Di lain pihak, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya ajakan perundingan antara kedua negara.

Kemudian, Hu Xijin, pemimpin redaksi surat kabar Global Times China, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa negosiator perdagangan utama tidak berbicara melalui telepon dalam beberapa hari terakhir dan bahwa Trump melebih-lebihkan pentingnya hubungan perdagangan.

Pasar saat ini menunggu rilis data minyak bumi pemerintah dan industri AS pada Selasa dan Rabu untuk arah pasar yang lebih jelas, Wald menambahkan.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Oktober 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

26/1853,64-0,53 poin

23/8/2019

54,07

-1,28 poin

22/8/2019

55,35

-0,33 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Oktober 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

26/18/201958,70-0,64 poin

23/8/2019

59,34

-0,58 poin

22/8/2019

59,92

-0,38 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top