Ganti Fokus Bisnis, Ini Perkembangan Trada Alam Minera (TRAM)

Langkah akuisisi tersebut berdampak bagi kinerja fundamental perseroan. Pada 2018, perseroan untung Rp295,48 miliar. Pada tahun sebelumnya perseroan masih mencatatkan rugi Rp33,15 miliar.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  07:45 WIB
Ganti Fokus Bisnis, Ini Perkembangan Trada Alam Minera (TRAM)
PT Trada Alam Minera Tbk. - Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah berganti nama dari PT Trada Maritime Tbk. yang sebelumnya mengelola bisnis angkutan pelayaran laut, kini PT Trada Alam Minera Tbk. bertransformasi ke lini berusaha di sektor pertambangan batu bara. Bagaimana kinerja perseroan setelah merubah fokus bisnisnya?

Setelah berganti nama dan keputusan manajemen mengakuisisi PT Gunung Bara Utama (GBU), sebuah perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, dan PT Ricobana Abadi, sebuah perusahaan jasa pertambangan, maka komposisi bisnis perseroan saat ini yang sebelumnya 100 persen adalah jasa angkutan pelayaran laut berubah menjadi 80 persen bergerak di bisnis pertambangan batu bara dan 20 persen di jasa angkutan pelayaran laut.

Langkah akuisisi tersebut berdampak bagi kinerja fundamental perseroan. Pada 2018, perseroan untung Rp295,48 miliar. Pada tahun sebelumnya perseroan masih mencatatkan  rugi Rp33,15 miliar.

Keuntungan itu diperoleh setelah membukukan pendapatan konsolidasi Rp3,48 triliun pada 2018. Terdapat lonjakan pendapatan hampir enam kali lipat dibandingkan dengan pada 2017 yang hanya Rp512,23 miliar.

Sekitar 68,74 persen dari pendapatan konsolidasi tersebut dikontribusikan oleh bisnis GBU, anak usaha perseroan di sektor pertambangan batu bara. Adapun sebesar 24,42 persen dikontribusikan oleh bisnis PT Ricobana Abadi yang dijalankan oleh PT SMR Utama.

Sementara itu, sepanjang semester I/2019, membukukan pendapatan sebesar Rp2,11 triliun, atau naik 63,57 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp1,29 triliun. Kenaikan tersebut mendorong lonjakan laba kotor Perseroan sebesar 114,13 persen menjadi Rp367,08 miliar dibandingkan per Juni 2018 sebesar Rp171,43 miliar.

Sepanjang paruh pertama 2019 ini, laba usaha Perseroan tercatat sebesar Rp165,61 miliar, atau meningkat 30,91 persen dibandingkan di periode yang sama pada 2018 sebesar Rp126,51 miliar.

Dari sisi kinerja sahamnya, emiten berkode TRAM itu per Juni 2019 terapresiasi 26,47 persen menjadi Rp125 per saham dibandingkan harga per Desember 2018 sebesar Rp170 per saham. Harga saham TRAM relatif mendatar dibandingkan per Maret 2019 yang juga ditutup sebesar Rp125 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, trada alam minera

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top