BBJ Segera Luncurkan Kontrak Fisik Timah

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah sebagai salah satu bursa penyelenggara perdagangan pasar fisik timah murni batangan di Indonesia.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  22:02 WIB
BBJ Segera Luncurkan Kontrak Fisik Timah
Aktivitas bisnis inti PT Timah - Antara/Maha Eka Swasta

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Berjangka Jakarta atau BBJ akan segera meluncurkan kontrak fisik timah murni batangan dalam waktu dekat dengan bekerja sama dengan beberapa perusahaan berpelat merah.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah sebagai salah satu bursa penyelenggara perdagangan pasar fisik timah murni batangan di Indonesia.

“Persiapaan kami sudah 100% untuk melakukan soft launching kontrak fisik ini yang kemungkinan akhir Agustus mendatang,” ujar Paulus usai acara syukuran HUT BBJ Ke-20 di kantornya, Senin (19/8/2019).

Dia mengatakan bahwa dengan adanya persetujuan pemerintah tersebut, pihaknya akan menjadi pelaksana yang akan tetap mengedepankan aspek hukum sehingga para eksportir dan pelaku usaha lainnya dapat menjalankan ekspor timah secara legal di BBJ.

Dia berharap dengan adanya persetujuan ini juga dapat menjadikan stimulus ekspor timah di Indonesia yang sempat tersendat dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, dalam jangka panjang dia juga berharap langkah ini akan memudahkan Indonesia sebagai pembentuk harga acuan Indonesia khususnya komoditas timah, mengingat Indonesia merupakan produsen kedua terbesar di Indonesia setelah China.

Sementara itu, Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan bahwa penyelenggaran kontrak fisik timah murni batangan ini akan bekerja sama dengan banyak perusahaan milik negara.

“Seperti yang diketahui KBI adalah salah satu perusahaan BUMN, dan kami akan bekerja sama dengan PT Bhanda Ghara Reksa (persero) sebagai pergudangannya,” papar Fajar.

Dia juga menegaskan kedua kontrak fisik terbaru tersebut dapat tetap menggunakan PT Surveyor Indonesia maupun PT Sucofindo, yang juga merupakan perusahaan berpelat merah, sebagai lembaga verifikator untuk mendapatkan sertifikasi.

Di sisi lain, saat ini penyelenggara perdagangan fisik timah murni batangan di Indonesia baru dilakukan oleh Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (BKDI) saja. Sebagai informasi, BKDI pada Maret lalu mengeluarkan kontrak timah terbaru yang menggunakan sistem Pusat Logistik Berikat atau PLB.

Oleh karena itu, dengan adanya persetujuan pemerintah terbaru tersebut, kini perdagangan fisik timah murni batangan dapat dilakukan di 2 bursa.

Fajar mengatakan bahwa, secara ketentuan di Indonesia perdagangan komoditas tidak ada yang dilakukan secara eksklusif sehingga memungkinkan pihaknya dan BBJ juga dapat menyelenggarakan kontrak komoditas tersebut.

“Saat ini artinya akan ada dua bursa timah di Indonesia, jadi tinggal para smelter dan pembeli yang memilih mau melakukan di bursa yang mana sehingga ke depannya akan terdapat open market, pemilihan bursa bergantung terhadap setiap nilai dan layanan yang diberikan,” papar Fajar.

Kendati demikian, BBJ dan KBI tidak menyebutkan secara detail target transaksi yang diharapkan dari peluncuran kontrak timah terbaru tersebut. Hanya, Fajar berharap akan menjadi penyelenggara perdagangan fisik timah dengan volume transaksi terbesar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbj, timah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top