Bangka Belitung Siap Jadi Pusat Cadangan Strategis Timah Dunia

Indonesia adalah negara penghasil terbesar kedua dan pengekspor timah terbesar di dunia. Produksi timah Indonesia yang terbesar dihasilkan di Kepulauan Bangka Belitung yang menjadikannya daerah strategis bagi Indonesia dalam hal perdagangan timah dunia.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia adalah negara penghasil terbesar kedua dan pengekspor timah terbesar di dunia. Produksi timah Indonesia yang terbesar dihasilkan di Kepulauan Bangka Belitung yang menjadikannya daerah strategis bagi Indonesia dalam hal perdagangan timah dunia.

Pada 2018, Indonesia sudah berhasil mengekspor timah ke 26 negara tujuan dengan total nilai transaksi ekspor yang menyentuh angka fantastis sebesar USD 1.5 Miliar pada periode tersebut. Hal ini menggambarkan sebuah potensi yang luar biasa dari Provinsi Bangka Belitung sebagai daerah penghasil dan industri timah Indonesia yang sangat menjanjikan.

Guna mewujudkan visi dari pemerintah Indonesia dalam menyiapkan Kepulauan Bangka Belitung sebagai pusat cadangan strategis timah dunia, maka ICDX Group melalui anak perusahaannya ILB (ICDX Logistik Berikat) menyediakan infrastruktur logistik bertaraf internasional untuk mendukung perdagangan timah.

Salah satu nya adalah gudang PLB (Pusat Logistik Berikat) yang berlokasi di Pangkal Balam. PLB Pangkal Balam dinilai strategis karena sangat dekat dengan banyak smelter dan memiliki fasilitas logistik seperti pelabuhan umum.

Selain itu, ICDX pun telah mengembangkan sistem informasi berbasis teknologi yang terintegrasi antar gudang, bursa, bea cukai dan lembaga keuangan.

Ekosistem yang dibentuk oleh ICDX Group ditujukan untuk mendukung perdagangan timah Indonesia agar lebih bersaing dan menguntungkan pelaku pasar timah. Dengan adanya PLB, pihak Smelter diuntungkan dengan biaya handling yang lebih murah karena tidak adanya biaya untuk PBM (Perusahaan Bongkar Muat).

Pihak pembeli pun diuntungkan jika mereka ingin menimbun timah di PLB, karena biaya handling dan penyimpanan di PLB Pangkal Balam 60% lebih murah dari Singapura.

Untuk penyimpanan timah dengan asumsi masa simpan 2 bulan di Singapura, total biaya dapat menembus angka USD 108 per metrik ton, sedangkan di PLB Pangkal Balam hanya sebesar USD 43 per metrik ton.

Disamping itu, pihak pembeli pun dapat menunda biaya pengiriman barang ke negara lain untuk disimpan, karena memanfaatkan gudang PLB.

Mekanisme yang digunakan oleh ILB sebagai penyelenggara PLB ekspor timah memungkinkan pemilik timah memiliki kontrol dan pengawasan penuh terhadap pergerakan timah yang tersimpan di PLB, serta jaminan imunitas dan kepastian hukum yang jelas.

Dengan demikian, pelaku pasar bisa mendapatkan kepastian hukum dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya potensi gagal serah dari perubahan regulasi perdagangan timah apabila ada.

Dengan adanya PLB bertaraf internasional saat ini ICDX Group sudah berhasil bekerjasama dengan lembaga keuangan internasional yang bersedia memberikan pembiayaan yang kompetitif sehingga dapat membantu para pelaku pasar untuk bersaing di pasar global.

Berbekal dengan fasilitas pembiayaan, infrastruktur logistik serta ekosistem yang terintegrasi melalui ICDX, maka potensi provinsi Bangka Belitung sebagai pusat cadangan strategis timah dunia bukanlah angan-angan belaka.

Sekarang, pelaku pasar dunia maupun investor dapat membeli dan menyimpan cadangan timah mereka di bumi Indonesia dengan biaya logistik yang lebih kompetitif.

Kedepannya, ICDX Group ingin terus bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan para pelaku pasar untuk menyediakan pasar dan logistik yang lebih efektif, efisien dan transparan agar Indonesia berdaulat atas perdagangan timah dunia dan mempunyai peran yang lebih besar lagi dalam mempengaruhi harga timah dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
HUT Kemerdekaan RI

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top