Semester II/2019, Multi Bintang Indonesia (MLBI) Optimistis Kinerja Lebih Moncer

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, Multi Bintang Indonesia mencatatkan penjualan bersih senilai Rp1,56 triliun atau tumbuh 5,32 persen secara tahunan pada semester I/2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  12:01 WIB
Semester II/2019, Multi Bintang Indonesia (MLBI) Optimistis Kinerja Lebih Moncer
Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk. Michael Chin (tengah) berbincang dengan Direktur Erik Mul (kiri) dan Corporate Affairs Director Bambang Britono disela-sela RUPS, di Jakarta, Selasa (23/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Multi Bintang Indonesia Tbk. optimistis kinerja perseroan pada paruh kedua tahun ini akan lebih baik sejalan dengan potensi geliat belanja konsumsi dan meningkatnya kunjungan wisata.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, Multi Bintang Indonesia mencatatkan pertumbuhan dari sisi penjualan maupun laba bersih. Produsen Bir Bintang itu mencatatkan penjualan bersih senilai Rp1,56 triliun atau tumbuh 5,32 persen secara tahunan pada semester I/2019.

Penjualan berasal dari segmen alkohol yang naik 4,51 persen menjadi Rp1,36 triliun. Adapun, penjualan segmen non-alkohol mampu tumbuh 11,29 persen menjadi Rp196,68 miliar. Meski kontribusi segmen non-alkohol hanya 12,63 persen terhadap penjualan, tetapi pertumbuhannya melampaui pertumbuhan segmen alkohol.

Di sisi keuntungan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp485,63 miliar atau naik 4,70 persen secara tahunan pada semester I/2019. Dengan capaian tersebut, emiten berkode saham MLBI ini mampu menjaga margin laba bersih di level 31 persen.

Direktur Multi Bintang Indonesia Erik Pieter Mul menjelaskan, perseroan optimistis semester II/2019 bakal mencatatkan kinerja positif. Apalagi setelah Pemilu berakhir pemerintah mendorong investasi masuk sehingga meningkatkan perekonomian.

Menurutnya, hal ini berdampak positif untuk belanja konsumsi. Apalagi, kunjungan wisatawan dapat lebih dioptimalkan lagi pada semester II ini.

"Peluang di Indonesia middle class, ekonomi masih bertumbuh. Begitu juga pariwisata, banyak orang pergi ke Bali untuk liburan," katanya.

Meski tidak menyebutkan target pertumbuhan yang spesifik, perseroan optimistis kinerjanya terus bertumbuh di tengah tantangan regulasi di industri minuman beralkohol. Dia mengatakan, tidak mudah menjual produk minuman beralkohol setelah ada Permendag No.6 tahun 2015 yang mengatur larangan penjualan bir di minimarket.

Lebih lanjut, di segmen non-alkohol, perseroan mencatat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar. Ini terbukti dari pencapaian penjualan segmen non-alkohol yang tumbuh 11,29 persen secara tahunan pada semester I/2019.

"Di pasar soft drink, kami masih pemain kecil. Karena pemain kecil, sehingga selalu ada peluang untuk pertumbuhan," katanya.

Pada penutupan perdagangan Kamis (15/8/2019), saham MLBI parkir di level Rp18.700, sama dengan penutupan hari sebelumnya. Di level harga itu, MLBI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp39,40 triliun.

Sepanjang tahun berjalan, saham MLBI telah memberikan imbal hasil 16,88 persen. Saat ini, saham MLBI diperdagangan pada price earning ratio 40,56 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, multi bintang

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top