Trump Tunda Tarif untuk China, IHSG & Rupiah Rebound Tajam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (14/8/2019), di tengah penguatan pasar saham global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:43 WIB
Trump Tunda Tarif untuk China, IHSG & Rupiah Rebound Tajam
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound ke zona hijau dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (14/8/2019), di tengah penguatan pasar saham global.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,88 persen atau 54,72 poin ke level 6.265,68 pada pukul 09.07 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (13/8), IHSG berakhir di level 6.210,96 dengan melemah 0,63 persen atau 39,63 poin. Indeks mulai bangkit dari pelemahannya saat dibuka naik 0,72 persen atau 44,55 poin di level 6.255,51 pagi ini.

Delapan dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin industri dasar (+1,41 persen) dan barang konsumsi (+0,95 persen). Satu-satunya sektor yang bergerak negatif adalah pertanian yang turun 0,43 persen.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 2,04 persen dan 1,17 persen menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG.

Rata-rata indeks saham lain di Asia juga menguat, dengan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing naik 0,74 persen dan 0,56 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,11 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing naik tajam 1,04 persen dan 1,26 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,87 persen.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan bursa saham global diperkirakan akan menunjang pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

Dipaparkan, bursa saham Amerika Serikat (AS) berhasil menguat pada perdagangan semalam, yakni indeks Dow Jones (+1,44 persen), S&P 500 (+1,48 persen), dan Nasdaq (+1.95 persen).

Penguatan ketiga indeks saham utama AS itu terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan menunda tarif 10 persen terhadap sejumlah produk impor China yaitu telepon seluler, laptop, mainan anak, sepatu, dan pakaian.

Sebelumnya, tarif tambahan tersebut dijadwalkan akan mulai berlaku pada 1 September mendatang. Trump mengatakan penundaan dilakukan agar tidak membebani penduduk AS pada perayaan Natal.

Para pelaku pasar merespons optimis langkah yang dilakukan AS, dan ada sinyal positif akan terjadinya dialog tentang perang dagang pada awal bulan September mendatang. Dialog ini menjadi lanjutan untuk negosiasi dagang yang sebelumnya dilakukan di Beijing.

“Sentimen positif dari penundaan tarif juga terasa pada bursa Asia. IHSG kami perkirakan akan menguat mengikuti pergerakan bursa global,” papar Samuel Sekuritas.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah rebound dan menguat 91 poin atau 0,64 persen ke level Rp14.234 per dolar AS pukul 09.05 WIB, setelah ditutup melemah 75 poin atau 0,53 persen di posisi 14.325 pada Selasa (13/8).

Sementara itu, indeks Bisnis-27 naik tajam 1,07 persen atau 5,84 poin ke level 552,74 pukul 09.07 WIB, setelah berakhir melemah 0,84 persen atau 4,64 poin di posisi 546,90 pada Selasa (13/8).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top