AKSI EMITEN 13 AGUSTUS: Paceklik IPO BUMN di Tahun Politik, KAEF Ancang-Ancang Rights Issue

Berita mengenai penawaran umum perdana saham BUMN dan rencana rights issue PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (13/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  08:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai penawaran umum perdana saham BUMN dan rencana rights issue PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (13/8/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Paceklik IPO BUMN di Tahun Politik. Saat perusahaan swasta berlomba masuk ke pasar modal lewat penawaran umum perdana saham sepanjang 2019, keluarga BUMN seolah masih menimang-nimang untuk mengeksekusi aksi korporasi itu. Akankah tahun ini berlalu tanpa IPO korporasi pelat merah? (Bisnis Indonesia)

Pacu Kinerja, Emiten Cari Peluang Baru. Sejumlah emiten peralatan rumah tangga mencari peluang baru untuk memacu kinerja pada semester II/2019. Berdasarkan data yang Bisnis himpun, tiga dari enam emiten yang sudah mempublikasikan laporan keuangan per 30 Juni mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan, sedangkan sisanya mengalami penurunan penjualan. (Bisnis Indonesia)

Emiten Unggas Harap-Harap Cemas. Terbukanya keran impor daging ayam asal Brasil menjadi kabar buruk bagi emiten perunggasan karena sedikit banyak akan memengaruhi kinerja emiten perunggasan. Apalagi segmen broiler kerap tertekan dengan penurunan harga di tingkat konsumen. Padahal, sepanjang semester I/2019, emiten unggas harus berhadapan dengan serapan yang tak sebanding dengan jumlah produksi. (Bisnis Indonesia)

KAEF Ancang-Ancang Rights Issue. PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue untuk modal kerja dan pengembangan usaha perseroan. (Bisnis Indonesia)

LRNA Berencana Tambah Armada. PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. akan menambah armada pada semester II/2019. Strategi tersebut guna memaksimalkan bisnis angkutan bandar udara milik perseroan. Direktur Eka Sari Lorena Transport Dwi Rianta Soerbakti menjelaskan bahwa pada tahun ini, perseroan menggelontorkan anggaran belanja modal senilai Rp10 miliar hingga Rp12 miliar. (Bisnis Indonesia)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi Korporasi, kinerja emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top