Tensi AS-China Naik, Begini Pergerakan Saham Global Siang Ini

Bursa Eropa kompak melemah bersama indeks futures Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini, Jumat (9/8/2019), sementara bursa Asia mampu menguat di tengah bangkitnya kembali tensi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  15:44 WIB
Tensi AS-China Naik, Begini Pergerakan Saham Global Siang Ini
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa kompak melemah bersama indeks futures Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang ini, Jumat (9/8/2019), sementara bursa Asia mampu menguat di tengah bangkitnya kembali tensi perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 turun 0,2 persen pada pukul 08.17 pagi waktu London (pukul 14.17 WIB), sedangkan indeks futures S&P 500 melemah 0,4 persen

Adapun indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 persen, indeks Shanghai Composite melemah 0,7 persen, dan indeks FTSE MIB Italia melorot 1,8 persen.

Dilansir dari Bloomberg, saham bank dan produsen mobil mendorong pelemahan indeks Stoxx Europe 600 setelah tiga indeks futures utama AS melemah.

Di sisi lain, secara keseluruhan bursa Asia menguat mengikuti kenaikan tajam bursa Amerika Serikat (AS) pada Kamis (8/8/2019). Meski demikian, pasar saham di Shanghai menuju penurunan ketujuh dalam delapan sesi dan bursa saham Hong Kong melemah.

Gedung Putih dikabarkan menunda keputusan mengenai perizinan bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk memulai kembali bisnis mereka dengan Huawei Technologies.

Menurut sumber terkait, langkah itu diambil setelah pemerintah China menyatakan menghentikan pembelian barang-barang pertanian dari AS.

Perusahaan-perusahaan AS memerlukan lisensi khusus untuk memasok barang-barang mereka ke Huawei setelah pemerintah AS memasukkan raksasa telekomunikasi China tersebut ke dalam daftar hitam perdagangannya pada Mei karena masalah keamanan nasional.

Pasar modal global mengakhiri pekan ini dengan berjuang untuk pulih dari kemerosotannya pada Senin (5/8/2019) akibat kekhawatiran bahwa China dapat terus membiarkan mata uangnya melemah.

“Isu-isu perdagangan terus memburuk dan kita berada dalam sedikit kesulitan. Sepertinya baik Trump maupun China tak benar-benar memiliki insentif nyata menuju kesepakatan,” ujar Karissa McDonough, chief fixed income strategist di People’s United Advisors.

Indeks harga produsen China dilaporkan berkontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun, meredupkan prospek keuntungan produsen di tengah perang dagang dengan investor AS. Fokus investor selanjutnya akan tertuju pada harga produsen AS untuk bulan Juli.

Sementara itu, harga minyak bergerak menuju penurunan mingguan kedua ketika investor mencermati konflik perdagangan AS-China yang memburuk dan langkah-langkah terbaru dari Arab Saudi untuk menstabilkan pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top