Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jaga Rupiah, Indonesia Harus Bisa Memanfaatkan Kondisi Perang Kurs

Depresiasi mata uang yuan mendorong perhatian pada kondisi stabilitas mata uang rupiah di tengah perang kurs dunia.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  06:55 WIB
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)
Ilustrasi uan tunai rupiah. (Antara)

Bisnis.com, JAKARTA - Depresiasi mata uang yuan mendorong perhatian pada kondisi stabilitas mata uang rupiah di tengah perang kurs dunia.

Analis Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro dan Dwiwulan menyatakan depresiasi mata uang China yaitu yuan adalah upaya si negeri panda bertahan dari tarif baru yang ditetapkan Trump.

Apalagi sangat tidak biasa ketika PBOC menetapkan bunga 1% lebih rendah. Ini juga mengindikasikan kepatuhan pemerintahan Xi Jinping kepada bank sentral.

Satria menyebut depresiasi kurs yuan adalah permulaan dari perang kurs. Sebelumnya pada 2015 China juga pernah membelanjakan cadangan valas dalam 10 bulan dengan intervensi berkelanjutan untuk mencegah kurs melemah.

Dengan kondisi kurs tengah nilai tukar mata uang China ini melemah 229 basis poin menjadi 6,9225 terhadap dolar AS. Menurut Satria ini adalah tindakan tit-for-tat merespons Donald Trump.

Adapun implikasinya terhadap rupiah adalah mendorong Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pada pasar uang dan obligasi.

"Namun depresiasi yuan nantinya akan menekan The Fed untuk menurunkan indeks dolar sehingga bisa mengangkat mata uang Asia lainnya," papar Satria.

Dia yakin kondisi makro yang cukup kuat dengan obligasi yang tinggi di Indonesia akan memberi manfaat yang bagus.

"Kami tetap yakin sampai akhir tahun rupiah dan obligasi pada kisaran Rp13.770 dan 6,70% kemungkinan juga menguat seiring perubahan sentimen," jelas Satria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah bank indonesia
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top