Harga CPO Tertekan, Salim Ivomas (SIMP) Kantongi Rugi Bersih Rp310 Miliar

Emiten berkode saham SIMP itu tercatat mengantongi pendapatan sebesar Rp6,50 triliun atau turun tipis 0,76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp6,55 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  15:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha Salim Grup yang bergerak di sektor perkebunan, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. mencatatkan rugi bersih sebesar Rp310,17 miliar pada semester I/2019.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2019, emiten berkode saham SIMP itu tercatat mengantongi pendapatan sebesar Rp6,50 triliun atau turun tipis 0,76% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp6,55 triliun.

Adapun beban pokok penjualan sepanjang Januari dengan Juni 2019 tercatat Rp5,80 triliun naik 8,6% dari posisi sebelumnya Rp5,34 triliun pada semester I/2018. Alhasil, laba bruto yang dibukukan SIMP menyusut drastis dari Rp1,21 triliun menjadi Rp693,05 miliar.

Setelah dikurangi beban-beban, SIMP membukukan rugi usaha Rp6,02 miliar pada semester I/2019. Ditambah beban keuangan dan bagian atas rugi entitas asosiasi, rugi periode berjalan yang dibukukan SIMP menjadi Rp435,22 miliar.

Adapun, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp310,17 miliar pada akhir Juni 2019. Padahal, pada semester I/2018, SIMP masih meraih laba bersih Rp57,1 miliar.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Salim Ivomas Pratama Mark Wakeford menuturkan volume penjualan dari produk sawit mengalami peningkatan. Kinerja Divisi Minyak & Lemak Nabati juga kuat.

Tercatat, perseroan memproduksi tandan buah segar (TBS) inti sebanyak 1,47 juta ton. Adapun produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) turun 2% secara tahunan menjadi 376.000 ton seiring dengan penurunan TBS eksternal.

"Kinerja Perseroan pada semester I/2019 mengalami penurunan terutama dipengaruhi oleh harga CPO yang rendah. Kami terus berfokus pada aspek efisiensi dan peningkatan produktivitas," tulisnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (1/8/2019).

Seiring dengan perkiraan kenaikan produksi TBS, lanjut Wakeford, perseroan meningkatkan total kapasitas pengolahan kelapa sawit dengan membangun 1 pabrik kelapa sawit baru berkapasitas 45 ton TBS per jam yang diperkirakan selesai pada tahun ini.

SIMP tercatat menaikkan jumlah aset menjadi Rp35,22 triliun per 30 Juni 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
salim ivomas, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top