Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ringkasan Perdagangan 29 Juli: IHSG, Rupiah, dan Komoditas Kompak Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melanjutkan pelemahannya, seiring dengan pelemahan bursa saham lainnya di Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  19:14 WIB
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melanjutkan pelemahannya, seiring dengan pelemahan bursa saham lainnya di Asia.

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup melemah bersamaan dengan mata uang Asia lainya menyusul tekanan dari dolar AS. Adapun harga komoditas seperti emas, karet, dan minyak bumi juga turut melemah.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Senin (29/7/2019): 

Awal Pekan, IHSG Ditutup Lanjutkan Pelemahan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,41 persen atau 26,20 poin ke level 6.299,03 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.283,60 – 6.349,37.

Empat dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin sektor barang konsumsi yang melemah 1,59 persen, disusul sektor perdagangan dengan pelemahan 1,16 persen.

Di sisi lain, lima sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpinsektor aneka industri yang menguat 0,94 persen dan disusulsektor peroperti yang naik 0,35 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 164 saham menguat, 240 saham melemah, dan 248 saham lainnya stagnan. 

Investor Nantikan Penurunan Suku Bunga AS, Bursa Asia Melemah

Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan Senin (29/7/2019) karena pasar cemas menantikan kemungkinan penurunan suku bunga AS pekan ini.

Banyak pelaku pasar menantikan apakah Federal Reserve memberikan lebih banyak sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,6 persen. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,19 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,12 persen dan 0,11 persen, indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,03 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,78 persen. 

Dolar Masih Kokoh, Rupiah Lanjutkan Pelemahan

Rupiah masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (29/7/2019) seiring dengan dolar AS yang semakin kokoh didukung kuatnya PDB AS pada kuartal II/2019.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (29/7/2019), rupiah ditutup di level Rp14.020 per dolar AS, melemah 0,078% atau 12 poin.

Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa menguatnya dolar AS masih menjadi sentimen dominan penggerak mata uang garuda pada perdagangan kali ini.

"Saat ini, dalam negeri sedang minim sentimen. Artinya, pergerakan rupiah cenderung karena faktor eksternal," ujar Deddy kepada Bisnis.com, Senin (29/7/2019). 

Penguatan Dolar Membuat Mayoritas Mata Uang Asia Tak Berdaya

Pergerakan mayoritas mata uang pasar berkembang di Asia tertekan seiring dengan trader yang cenderung mengurangi taruhan pada penurunan suku bunga acuan AS yang lebih agresif oleh The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (29/7/2019) hingga pukul 15.07 WIB, mayoritas mata uang pasar berkembang di Asia melemah dengan kinerja terburuk dipimpin oleh yuan offshore yang melemah 0,22 persen menjadi 6,8963 yuan per dolar AS.

Kemudian, diikuti oleh yuan yang melemah 0,147% menjadi 6,8906 yuan per dolar AS dan dolar Singapura yang melemah 0,146% menjadi 1,3716 dolar Singapura per dolar AS.

Won menjadi mata uang dengan kinerja terbaik dan berhasil menguat 0,12% terhadap dolar AS di level 1.183,46 won per dolar AS. 

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 melemah 0,7 persen atau 0,05 poin ke level US$1.431,50 per troy ounce, setelah dibuka turun 0,02 persen atau 0,3 poin di level US$1.431,90 per troy ounce.

Sementara itu, berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas batangan Antam hari ini dipatok senilai Rp705.000 per gram. Harga tersebut naik Rp1.000 per gram dari harga yang berlaku kemarin.

Adapun harga emas batangan di Pegadaian hari ini sama dengan harga yang berlaku pada Sabtu (27/7). Emas ukuran 0,5 gram dijual dengan harga sebesar Rp395.000. Sedangkan emas cetakan UBS 0,5 gram dijual lebih murah seharga Rp390.000. 

Harga Karet Terus Turun di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil

Harga karet di Tokyo kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan awal pekan ini, Senin (29/7/2019), di tengah pelemahan penjualan mobil global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 1,44 persen atau 2,70 poin di level 184,90 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (26/7), harga karet kontrak Desember 2019 ditutup dengan pelemahan 0,58 persen atau 1,10 poin ke level 187,6 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir melemah 1,39 persen atau 150 poin di level 10,655 yuan per ton, setelah ditutup melemah 0,14 persen di posisi 10,805 pada Jumat (26/7).

Perundingan Nuklir Iran Berjalan Lancar, Harga Minyak Turun

Harga minyak mentah berjangka jatuh pada Senin (29/7/2019), setelah Iran menggambarkan perundingan darurat perjanjian nuklir dengan sejumlah negara sebagai langkah konstruktif. Hal itu menunjukkan berkurangnya ketegangan di Timur Tengah.  

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 10.41 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate melemah 0,18 persen atau 0,10 poin ke level US$56,10 per barel, setelah menguat 1 persen pada pekan lalu.

Harga minyak mentah Brent melemah 0,33 persen atau 0,21 poin ke posisi US$63,25 per barel, usai menguat 1,6 persen pada pekan lalu.

Pada Minggu (28/7/2019), usai pertemuan di Wina, Austria, pejabat Pemerintah Iran Abbas Araqchi mengatakan pertemuan darurat dengan pihak-pihak dalam perjanjian nuklir Iran 2015 merupakan langkah konstruktif. Namun, ada sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini Indeks BEI
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top