Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Nantikan Penurunan Suku Bunga AS, Bursa Asia Melemah

Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan Senin (29/7/2019) karena pasar cemas menantikan kemungkinan penurunan suku bunga AS pekan ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  15:52 WIB
Bursa Jepang - Reuters
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia tergelincir pada perdagangan Senin (29/7/2019) karena pasar cemas menantikan kemungkinan penurunan suku bunga AS pekan ini.

Banyak pelaku pasar menantikan apakah Federal Reserve memberikan lebih banyak sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut.

Sementara itu, juru runding perdagangan AS dan China juga bertemu di Shanghai pekan ini untuk melakukan pembicaraan langsung pertama mereka sejak gencatan perdagangan di sela-sela KTT G20 bulan lalu, namun harapan untuk terobosan lebih lanjut masih rendah.

Sementara itu, data pada akhir pekan menunjukkan keuntungan laba perusahaan industri China terkontraksi pada Juni, memicu kekhawatiran bahwa perang perdagangan akan menyeret pertumbuhan ekonomi.

"Kami tetap optimis dengan hati-hati bahwa kedua pihak dapat menyepakati perjanjian yang membahas masalah penting terkait perdagangan, seperti permintaan AS untuk meningkatkan ekspor," kata tim analis Barclays, seperti dikutip Reuters.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melemah 0,6 persen. Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah masing-masing 0,19 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,12 persen dan 0,11 persen, indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,03 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,78 persen.

Pelaku pasar sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 24 basis poin pada hari Rabu, dengan hanya sedikit yang masih memperkirakan peluang pergerakan sebesar 50 basis poin.

Yang lebih penting adalah rencana penurunan suku bunga oleh bendera bank sentral ke depannya, mengingat pasar memperkirakan pelonggaran sebesar 100 basis poin selama sekitar satu tahun ke depan.

"Pesan itu akan menjadi kunci dan akan membantu pasar menentukan apakah pemotongan suku bunga hanya sebagai syarat, atau The Fed memulai siklus pelonggaran penuh seperti yang diperkirakan pasar saat ini," kata Tapas Strickland, direktur ekonomi di NAB.

Dia mencatat data yang kuat pada pertumbuhan ekonomi kuartal kedua AS pekan lalu akan mendukung The Fed dengan hanya satu atau dua rencana pemotongan.

PDB AS meningkat 2,1 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal II/2019, di atas perkiraan analis sebesar 1,8 persen, karena lonjakan belanja konsumen mengimbangi sebagian hambatan dari penurunan ekspor dan penurunan persediaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top