Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Karet Terus Turun di Tengah Pelemahan Penjualan Mobil

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 1,44 persen atau 2,70 poin di level 184,90 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  15:41 WIB
Getah pohon karet - Istimewa
Getah pohon karet - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan awal pekan ini, Senin (29/7/2019), di tengah pelemahan penjualan mobil global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 1,44 persen atau 2,70 poin di level 184,90 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (26/7), harga karet kontrak Desember 2019 ditutup dengan pelemahan 0,58 persen atau 1,10 poin ke level 187,6 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir melemah 1,39 persen atau 150 poin di level 10,655 yuan per ton, setelah ditutup melemah 0,14 persen di posisi 10,805 pada Jumat (26/7).

Dilansir Bloomberg, harga karet melemah di tengah kekhawatiran atas kuatnya permintaan setelah terus lemahnya penjualan mobil global.

CFO Robert Bosch GmbH, Stefan Asenkerschbaumer memperkirakan produksi mobil jatuh 5 persen tahun ini, penurunan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya sebesar 3 persen, mengatakan kepada.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Penurunan perkiraan itu menyusul laporan keuangan dari sejumlah produsen mobil yang lebih buruk dari yang diperkirakan pekan lalu, termasuk dari Nissan dan Ford.

Dimulainya kembali pembicaraan perdagangan AS di China minggu ini juga menarik perhatian investor pekan ini, meskipun optimisme tentang terobosan langsung masih terbatas.

Rencana pertemuan pada awal Agustus antara Thailand, Indonesia dan Malaysia untuk meninjau pasokan global dan permintaan karet alam, termasuk implementasi pembatasan ekspor, juga menjadi fokus.

Pembatasan ekspor selama empat bulan oleh produsen di Indonesia dan Malaysia yang telah membantu menaikkan harga di paruh pertama akan berakhir pada akhir Juli sementara Thailand akan berakhir pada akhir September. Tiga negara ini menyumbang dua pertiga dari produksi karet alam global. 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2019 di Tocom
TanggalHarga (yen/kg)Perubahan (persen)
29/7/2019184,90-1,44
26/7/2019187,60-0,58
25/7/2019188,70+1,4

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top