Awal Pekan, IHSG Ditutup Lanjutkan Pelemahan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,41 persen atau 26,20 poin ke level 6.299,03 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (26/7), IHSG ditutup merosot 1,19 persen atau 76,13 poin ke level 6.325,24.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  16:20 WIB
Awal Pekan, IHSG Ditutup Lanjutkan Pelemahan
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan zona merah pada akhir perdagangan awal pekan ini, Senin (29/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,41 persen atau 26,20 poin ke level 6.299,03 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (26/7), IHSG ditutup merosot 1,19 persen atau 76,13 poin ke level 6.325,24.

Padahal, IHSG sempat dibuka rebound dengan penguatan 0,18 persen atau 11,61 poin ke level 6.3636,84, namun kemudian berbalik melemah tak lama setelahnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.283,60 – 6.349,37.

Empat dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin sektor barang konsumsi yang melemah 1,59 persen, disusul sektor perdagangan dengan pelemahan 1,16 persen.

Di sisi lain, lima sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpinsektor aneka industry yang menguat 0,94 persen dan disusulsektor peroperti yang naik 0,35 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 164 saham menguat, 240 saham melemah, dan 248 saham lainnya stagnan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang masing-masing melemah 3,57 persen dan 3,09 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 11 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.020 per dolar AS setelah bergerak pada kisaran Rp 13.999 – Rp14.024 per dolar AS.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia terpantau mayoritas melemah, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang ditutup melemah masing-masing 0,19 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,12 persen dan 0,11 persen, indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,03 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,78 persen.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia melemah karena pasar cemas menantikan kemungkinan penurunan suku bunga AS pekan ini. Banyak pelaku pasar menantikan apakah Federal Reserve memberikan lebih banyak sinyal penurunan suku bunga lebih lanjut.

Sementara itu, juru runding perdagangan AS dan China juga bertemu di Shanghai pekan ini untuk melakukan pembicaraan langsung pertama mereka sejak gencatan perdagangan di sela-sela KTT G20 bulan lalu, namun harapan untuk terobosan lebih lanjut masih rendah.

Sementara itu, data pada akhir pekan menunjukkan keuntungan laba perusahaan industri China terkontraksi pada Juni, memicu kekhawatiran bahwa perang perdagangan akan menyeret pertumbuhan ekonomi.

"Kami tetap optimis dengan hati-hati bahwa kedua pihak dapat menyepakati perjanjian yang membahas masalah penting terkait perdagangan, seperti permintaan AS untuk meningkatkan ekspor," kata tim analis Barclays, seperti dikutip Reuters.

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)

UNVR

-3,57

HMSP

-3,09

FREN

-17,09

UNTR

-3,58

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePerubahan (persen)

ASII

+1,41

TLKM

+0,96

BBRI

+0,45

BMRI

+0,65

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top