Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak Mentah Reli, Harga Karet Mengencang

Harga karet di Tokyo dan Shanghai berhasil rebound dan berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (23/7/2019), di tengah reli harga minyak mentah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  16:36 WIB
Pekerja memuat getah karet di tempat penampungan karet sementara Singkut, Sarolangun, Jambi, Kamis (19/10). - ANTARA/Wahdi Septiawan
Pekerja memuat getah karet di tempat penampungan karet sementara Singkut, Sarolangun, Jambi, Kamis (19/10). - ANTARA/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo dan Shanghai berhasil rebound dan berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (23/7/2019), di tengah reli harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Desember 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menanjak 1,36 persen atau 2,50 poin di level 187 yen per kg dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (22/7/2019), harga karet kontrak Desember 2019 turun 0,32 persen atau 0,60 poin dan berakhir di posisi 184,50 (lihat tabel).

Adapun harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange berakhir dengan penguatan 0,85 persen atau 90 poin di level 10,730 yuan per ton hari ini (Selasa, 23/7).

Harga karet di Shanghai ikut rebound setelah pada perdagangan Senin (22/7) ditutup melemah 0,42 persen atau 45 poin di posisi 10.640.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2019 terpantau lanjut naik 0,11 persen atau 0,06 poin ke level US$56,28 per barel pada pukul 15.13 WIB, setelah berakhir menguat 0,82 persen di posisi 56,22 pada Senin (22/7).

Minyak mentah di Amerika Serikat (AS) menguat untuk hari ketiga setelah sentimen perebutan kapal tanker minyak Inggris oleh Iran memicu kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Meningkatnya ketegangan di Teluk Persia mengancam akan mengganggu aliran energi dari wilayah kaya akan minyak mentah tersebut.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Meski mampu bangkit dari pelemahannya, tetap ada kekhawatiran soal prospek permintaan dan suplai berlimpah untuk karet.

ITG Futures, dalam risetnya pekan lalu, menerangkan bahwa prospek harga karet masih lesu karena meningkatnya pasokan karet mentah baik di pasar domestik maupun luar negeri.

“Harga [karet] diperkirakan akan tetap lemah karena jumlah persediaan yang tinggi pada produsen-produsen ban dan penjualan yang lambat di industri otomotif,” paparnya, dikutip dari Bloomberg.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Desember 2019 di Tocom

Tanggal         Harga (Yen/kg)           Perubahan (persen)
23/7/2019187,00+1,36
22/7/2019184,50-0,32
19/7/2019185,10+0,49

Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top