Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Eropa Ditutup Flat, Investor Tunggu Rapat ECB

Pergerakan bursa saham Eropa berakhir flat pada perdagangan Senin (22/7/2019), seiring dengan tipisnya volume perdagangan awal pekan yang bakal menantikan pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dan serangkaian laporan kinerja keuangan korporasi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  06:01 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Eropa berakhir flat pada perdagangan Senin (22/7/2019), seiring dengan tipisnya volume perdagangan awal pekan yang bakal menantikan pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dan serangkaian laporan kinerja keuangan korporasi.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik hanya 0,07 persen, dengan hanya 151,5 juta saham yang mengalir pada penutupan dibandingkan dengan rata-rata pergerakan 30 hari sebesar 1,8 miliar.

Namun, indeks saham zona euro mampu ditutup 0,22 persen lebih tinggi setelah bursa saham Italia pulih dari ketidakpastian politik yang mendorong kinerja terburuknya dalam dua bulan pada perdagangan Jumat (19/7/2019).

“Pasar ekuitas telah membukukan sedikit penurunan dalam beberapa hari terakhir, lebih cenderung di Italia ketimbang lainnya. Namun pada umumnya mereka masih mendekati rekor tertinggi dan tidak berada pada posisi yang tepat untuk peristiwa negatif,” ujar Simona Gambarini, ekonom pasar di Capital Economics, London.

Pasar dipastikan akan mencermati rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (25/7/2019) waktu setempat.

Ada peluang lebih dari 50 persen untuk pemangkasan suku bunga sebesar 10 basis poin oleh ECB. Investor obligasi juga mengharapkan setidaknya ada janji tindakan yang jelas pada September untuk melawan perlambatan pertumbuhan.

Pertemuan ECB berikut rapat kebijakan bank sentral AS Federal Reserve pekan depan kemungkinan akan menentukan apakah rebound dalam bursa saham setelah kemerosotan pada Mei akan berlanjut atau terhenti.

Sebelum mengakhiri pergerakannya, indeks Stoxx sempat mencapai level tertingginya sepanjang sesi Senin setelah South China Morning Post mengabarkan bahwa negosiator perdagangan AS dapat mengunjungi China pekan depan untuk mengadakan diskusi tatap muka pertama mereka dengan pejabat China sejak pertemuan G20 bulan lalu.

Sektor-sektor terkait perdagangan seperti teknologi dan produsen mobil menguat, sedangkan saham pembuat chip Infineon Technologies, Siltronic, dan Dialog Semiconductor naik antara 2,3 persen dan 4,2 persen.

Di sisi lain, performa bank-bank Spanyol tampak lesu menjelang rilis laporan kinerja keuangan dari bank terbesar di zona euro berdasarkan nilai pasar, Banco Santander, pada Selasa (23/7/2019). Indeks bank pun turun 0,3 persen.

Saham dengan kenaikan terbesar pada indeks STOXX adalah perusahaan teknologi kesehatan asal Belanda Koninklijke Philips NV, yang naik 5,7 persen, setelah melaporkan pertumbuhan penjualan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Saham-saham energi juga berada di antara top gainers, menyusul kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah, dan menopang indeks blue chip di London.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top