Beda Peran, AS dan China Bakal Kuasai Pasar LNG Dunia

Impor LNG China diproyeksikan akan melonjak hingga lebih dari 100 bcm pada 2024, melampaui importir besar global saat ini, yaitu Jepang.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  15:45 WIB
Beda Peran, AS dan China Bakal Kuasai Pasar LNG Dunia
Liquefied Natural Gas (LNG). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memproyeksikan Amerika Serikat dan China akan menjadi eksportir dan importir gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dalam 5 tahun mendatang.

Jean-Baptiste Dubreuil, analis gas alam senior di IEA mengatakan, ekspor LNG AS akan melonjak hingga lebih dari 100 miliar meter kubik (billion cubic meters/bcm) pada 2024, menggeser pemimpin pasar saat ini Australia dan Qatar.

Hal tersebut, Dubreuil ungkapkan dalam presentasi di Sekolah Internasional dan Pusat Urusan Publik Universitas Columbia tentang Kebijakan Energi Global di New York, Selasa (16/7/2019) dikutip dari Reuters, Rabu (17/7/2019).

Sementara itu, impor LNG China diproyeksikan akan melonjak hingga lebih dari 100 bcm pada 2024, melampaui importir besar global saat ini, yaitu Jepang.

Impor LNG Jepang sebagian besar telah menurun sejak memuncak 2014, karena sejumlah utilitas nuklir kembali beroperasi usai ditutup untuk inspeksi dan pengujian keselamatan wajib, setelah gempa bumi dan tsunami yang merusak pabrik nuklir Fukushima pada 2011.

Dubreuil menambahkan, pihaknya memperkirakan permintaan LNG dunia akan tumbuh sekitar 4% per tahun hingga 2024. Untuk memenuhi permintaan itu, para pengembang membuat keputusan investasi akhir pada 2018 untuk menambah sekitar 29 bcm kapasitas ekspor baru, dan telah menggandakannya menjadi 58 bcm sejauh ini pada 2019.

Selain itu, beberapa pengembang mengatakan, mereka dapat membuat keputusan investasi kembali akhir tahun ini yang akan menambah kapasitas lebih dari 120 bcm. Termasuk sekitar 30 bcm di Amerika Serikat dan 43 bcm di Qatar.

“Kami membutuhkan sesuatu, tetapi kami tidak yakin kami membutuhkan sesuatu yang sedekat itu. Kami berpikir bahwa tanpa investasi lebih lanjut hanya mengasumsikan proyek-proyek yang telah diambil [keputusan investasi akhir] hingga saat ini..., semuanya akan terjadi mulai kencang sekitar 2024," kata Dubreuil.

Permintaan LNG dunia mencapai rekor 432 bcm pada 2018, setelah melonjak sekitar 10% setahun selama beberapa tahun terakhir terutama karena pertumbuhan cepat di China.

IEA melaporkan, permintaan China untuk gas alam yang melonjak 18% pada 2018, didorong oleh kebijakan lingkungan yang mengalihkan sebagian besar konsumen industri dan perumahan dari batu bara ke gas untuk mengurangi polusi udara.

Lembaga itu juga memperkirakan peningkatan konsumsi gas di China akan melambat ke tingkat tahunan 8% hingga 2024 karena pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.

Amerika Serikat, yang sudah menjadi produsen gas terbesar di dunia, akan memantau produksi tumbuh lebih dari 1 triliun bcm pada 2024, meningkatkan pangsa output globalnya menjadi sekitar 23%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, komoditas

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top