Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PASAR OBLIGASI: Harga SUN Berpeluang Naik, Investor Disarankan Trading Jangka Pendek

Tren kenaikan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari ini didukung faktor internal seperti rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 18 Juli. Pelaku pasar berharap penurunan suku bunga acuan terjadi.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:27 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Investor disarankan agar melakukan trading jangka pendek guna memanfaatkan momentum kenaikan harga surat utang negara (SUN).

Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan beberapa seri seperti FR0031, FR0034, FR0053, FR0070, FR0056 dan FR0059 bisa menjadi pilihan investor untuk trading jangka pendek.

Menurutnya, tren kenaikan harga SUN pada perdagangan hari ini didukung faktor internal seperti rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 18 Juli. Pelaku pasar berharap penurunan suku bunga acuan terjadi.

"Dengan kondisi tersebut maka kami masih menyarankan strategi trading bagi investor dengan horizon investasi jangka pendek memanfaatkan momentum kenaikan harga Surat Utang Negara," ujarnya dalam riset harian, Selasa (16/7/2019).

Dari faktor eksternal, pergerakan imbal hasil surat utang globalyang cenderung mengalami penurunan di tengah sinyal pelemahan mata uang dolar AS menjadi katalis positif pergerakan harga SUN hari ini. Adapun, imbal hasil Tresuri AS bertenor 10 tahun mengalami penurunan di level 2,089% dan tenor 30 tahun juga ditutup turun pada level 2,609%.

Hal yang sama terlihat pada imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) bertenor 10 tahun yang ditutup mengalami menguat pada level –0,251% dan pada tenor 30 tahun turun di level 0,327%. Lalu, imbal hasil surat utang Inggris (Gilt) mengalami penurunan pada level 0,799% untuk tenor 10 tahun.

"Sementara itu dari faktor eksternal, pergerakan imbal hasil surat utang global yang masih cenderung bergerak dengan mengalami penurunan di tengah sinyal perlemahan mata uang dolar terhadap mata uang dunia akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga Surat Utang Negara hari ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top