Pasar Obligasi Menguat Terbatas Akibat Lelang SUN

Pada lelang SUN, seri FR0080 bakal dipilih karena akan menjadi seri acuan untuk SUN bertenor 15 tahun pada tahun depan. Oleh karena itu, investor mengambil posisi sejak awal.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar obligasi pada perdagangan hari ini, Selasa (16/7/2019) diprediksi dibuka menguat dan berpotensi menguat terbatas akibat lelang surat utang negara (SUN).

Dalam riset hariannya, Selasa (16/7/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pada lelang SUN, seri FR0080 bakal dipilih karena akan menjadi seri acuan untuk SUN bertenor 15 tahun pada tahun depan. Oleh karena itu, investor mengambil posisi sejak awal.

"Keterbatasan ini datang dari hadirnya lelang hari ini yang di mana lelang hari ini merupakan lelang obligasi konvensional, jangan lupakan seri Fixed Rate 80 yang akan menjadi primadona," ujarnya.

Seperti diketahui, untuk seri perbendaharaan negara (SPN) terdapat dua seri dengan satu seri baru, yakni SPN03191017 dan SPN12200410 yang ditawarkan kembali. Adapun, seri SPN03191017 jatuh tempo pada 17 Oktober 2019 dan seri SPN12200410 jatuh tempo pada 10 April 2020. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto dengan alokasi pembelian nonkompetitif maksimal 50% dari yang dimenangkan.

Untuk seri obligasi negara, terdapat lima seri yang ditawarkan kembali yaitu FR0077, FR0078, FR0080, FR0079 dan FR0076. Untuk seri FR0077 memiliki tenor 5 tahun dengan kupon 8,125%; dan FR0078 dengan tenor 10 tahun memiliki kupon 8,25%.

Lalu, seri FR0080 berkupon 7,5% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035; FR0079 berkupon 8,375% yang jatuh tempo pada 15 April 2039 dan FR0076 memiliki kupon 7,375% yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

Lebih lanjut, hal lain yang membuat pergerakan pasar obligasi terbatas yakni pertama, pertemuan menteri keuangan dan bank sentral negara-negara G7 di Prancis malam ini. Dalam pertemuan ini, rencananya akan dibahas tentang pelambatan ekonomi global dan perang dagang.

Kedua, pejabat The Fed bakal akan membahas data ekonomi kepada para investor pada pekan ini. Ketiga, data ekonomi China yang mencatatkan pelemahan dalam kurun waktu tiga dekade dan diperkirakan bakal terus melambat bila perang dagang tak teratasi.

Terakhir, terkait negosiasi lanjutan perang dagang China-AS. AS menginginkan agar China membeli produk pertanian dalam jumlah besar kendati China berkukuh belum menambah volume pasokan komoditas pertanian asal AS.

Atas pertimbangan faktor-faktor tersebut, dia merekomendasikan agar investor menanti pada perdagangan hari ini.

"Kami merekomendasikan wait and see hari ini dan nikmati lelang obligasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top