Melesat 600 Persen, BEI Suspensi Saham Krida Jaringan Nusantara (KJEN)

Saham emiten baru itu telah meningkat dengan signifikan secara kumulatif. Berdasarkan data Bloomberg, saham KJEN sudah naik 600,5% dari harga initial public offering (IPO) Rp202 per saham.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  11:27 WIB
Melesat 600 Persen, BEI Suspensi Saham Krida Jaringan Nusantara (KJEN)
Karyawan melintas di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara atau melakukan suspensi terhadap saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN).

Alasannya, saham emiten baru itu telah meningkat dengan signifikan secara kumulatif. Berdasarkan data Bloomberg, saham KJEN melantai di BEI pada 1 Juli 2019 dengan harga initial public offering (IPO) Rp202 per saham.

Pada hari pertama diperdagangkan di BEI, KJEN melesat 49,5% atau 100 poin ke level harga Rp302 per saham. Lesatan saham KJEN terus terjadi hingga 10 Juli 2019 dengan rerata tingkat kenaikan harga 24%-25% per hari.

Secara kumulatif, sejak IPO hingga 10 Juni 2019, KJEN sudah mengalami kenaikan 1.213 poin atau setara dengan 600,5%.

"Dalam rangka cooling down BEI memandang perlu untuk mmelakukan penghentian sementara perdagangan saham KJEN pada perdagangan pada 11 Juli 2019," tulis Kadiv Pengawasan Transaksi BEi Lidia M. Panjaitan dan P.H. Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Mulyana dalam pengumuman yang dirilis Rabu (10/7/2019).

Penghentian sementara perdagangan saham KJEN tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham KJEN.

TanggalHarga Saham (Rp/Saham)Kenaikan Harga
1 Juli30249,5%
2 Juli37625,5%
3 Juli47025%
4 Juli 58524,47%
5 Juli73024,79%
8 Juli91024,66%
9 Juli113524,73%
10 Juli 1.41524,67%

Sumber: Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, bei

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top