Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Putusan MK, Begini Laju Saham Perusahaan Investasi Milik Sandiaga dan Portofolionya

Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. tersungkur 100 poin atau 2,75% pada sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  12:51 WIB
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno - Instagram@prabowo
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno - Instagram@prabowo

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. tersungkur 100 poin atau 2,75% pada sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan mengumumkan hasil sidang soal permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Kamis (27/6/2019). Permohonan itu diajukan oleh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Berdasarkan pantauan melalui Bloomberg, harga saham emiten berkode SRTG itu mengalami koreksi 100 poin atau 2,75% ke level Rp3.530 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp9,58 triliun.

Sebaliknya, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat 36,999 poin atau 0,59% ke level 6.347,488 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019). Pergerakan indeks sepanjang menguat 2,47% sepanjang periode berjalan 2019. 

Saratoga Investama Sedaya merupakan perusahaan investasi milik Sandiaga Uno. Pada 2018, perseroan tercatat membukukan kerugian Rp6,19 triliun atau berbalik dari keuntungan Rp3,27 triliun pada 2017.

Berdarkan data per 31 Mei 2019, Pasangan calon wakil presiden nomor urut 02 mengempit kepemilikan 21,51% di SRTG. Sementara itu, sisa saham sebanyak 31,04% dimiliki oleh Edwin Soeryadjaya dan 31,68% oleh PT Unitras Pertama.

Dari data yang dihimpun Bisnis.com, SRTG memiliki portofolio investasi di sejumlah perseroan yang juga melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di sektor pertambangan misalnya, SRTG mengempit kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk. BEI mencatat kepemilikan SRTG di emiten berkode saham MDKA itu sebanyak 20,756% per akhir Mei 2019.

Bloomberg mencatat saham MDKA dibuka mengalami koreksi 10 poin di level Rp4.690 pada pembukaan perdagangan, Kamis (27/6/2019). Pada sesi pertama perdagangan, saham perseroan ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,64% ke level Rp4.670.

Selain MDKA, SRTG juga memiliki portofolio perseroan penambangan di PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melalui PT Adaro Strategic Investments. Seperti diketahui, Sandiaga bersama Edwin Soeryadjaya merupakan bagian dari Adaro Strategic Investments.

Jelang putusan MK, saham ADRO dibuka menguat 10 poin pada perdagangan, Kamis (27/6/2019). Kendati demikian, laju saham ditutup stagnan di level Rp1.360 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).

Di sektor telekomunikasi, SRTG memiliki portofolio di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. yang bergerak dibidang menara telekomunikasi. Emiten berkode saham TBIG itu pun menguat 30 poin atau 0,79% ke level Rp3.810 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).

Di bidang konstruksi, PT Nusa Raya Cipta Tbk. juga merupakan bagian dari portofolio SRTG. Saham perseroan berkode NRCA itu ditutup menguat 2 poin atau 0,52% ke level Rp390 pada penutupan sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).

Selain itu, SRTG juga tercatat memiliki portofolio di emiten perdagangan kendaraan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. Dibuka menguat 5 poin ke level Rp895, pergerakan saham emiten bersandi MPMX tersebut ditutup stagnan di level Rp890 pada sesi pertama perdagangan, Kamis (27/6/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten saratoga investama sedaya sandiaga uno Sidang MK
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top