Adhi Karya (ADHI) Sudah Terima Pembayaran Rp7,1 Triliun dari Proyek LRT Jabodebek

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengantongi dana segar dari realisasi pembayaran ketiga untuk pekerjaan light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Tahap I senilai Rp1,2 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  07:22 WIB
Adhi Karya (ADHI) Sudah Terima Pembayaran Rp7,1 Triliun dari Proyek LRT Jabodebek
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengantongi dana segar dari realisasi pembayaran ketiga untuk pekerjaan light rail transit Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Tahap I senilai Rp1,2 triliun.

Ki Syahgolang Permata, Corporate Secretary Adhi Karya melaporkan telah menerima realisasi pembayaran ketiga untuk light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) Tahap I dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Perseroan menerima pembayaran untuk progres pekerjaan Juli 2018 sampai September 2018 senilai Rp1,2 triliun di luar pajak.

Sebelumnya, dia mengatakan emiten berkode saham ADHI itu juga telah menerima pembayaran pertama untuk progres pekerjaan September 2015—September 2017 senilai Rp3,4 triliun di luar pajak. Selanjutnya, pembayaran kedua untuk progres Oktober 2017—Juni 2018 senilai Rp2,5 triliun di luar pajak.

“Sehingga dari total kontrak senilai Rp20,2 triliun di luar pajak, ADHI telah menerima pembayaran senilai Rp7,1 triliun di luar pajak,” katanya melalui keterbukaan informasi, Kamis (13/6/2019).

Ki Syahgolang menyebut ADHI telah mengajukan rencana pembayaran keempat untuk progres dari Oktober 2018 sampai dengan Maret 2019. Jumlah yang diajukan senilai Rp2,8 triliun di luar pajak.

Sebagai gambaran, pembayaran progres pengerjaan LRT Jabodebek Tahap I dilakukan oleh pemerintah melalui Kereta Api Indonesia (KAI). Nilai yang dibayarkan berdasarkan progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

ADHI melaporkan progres pembangunan LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 62,6% sampai dengan 24 Mei 2019.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi M. memproyeksikan perseroan akan menerima pembayaran dari progres pekerjaan LRT Jabodebek Tahap I senilai Rp5 triliun hingga Rp6 triliun pada 2019. Pada 2018, total pembayaran yang diterima mencapai Rp6 triliun dan menjadi penopang arus kas perseroan.

Seperti diketahui, proyek LRT terdiri atas jalur pelayanan Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas,  Cawang-Bekasi Timur, Dukuh  Atas-Palmerah-Senayan,  Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol. Dalam proyek LRT itu, ADHI menjadi kontraktor berdasarkan penugasan pemerintah. 

Nilai kontrak yang dibukukan oleh Adhi Karya dari proyek itu senilai Rp19,7 triliun atau salah satu kontrak terbesar yang dikantongi perseroan pada 2017.

Berdasarkan catatan Bisnis.com, ADHI telah mengantongi kontrak baru Rp3,9 triliun sampai dengan April 2019. Realisasi itu setara dengan 13% dari target Rp30 triliun yang dibidik tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adhi karya, kinerja emiten, LRT

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top