Trafik Data Indosat (ISAT) Naik, Pendapatan Kuartal Kedua Ikut Terangkat?

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mencatatkan peningkatan trafik data tertinggi pada H-3 Lebaran sebesar 40,88% dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa atau sekitar 8.997 Terabyte.
Trafik Data Indosat (ISAT) Naik, Pendapatan Kuartal Kedua Ikut Terangkat? Pandu Gumilar | 13 Juni 2019 17:45 WIB
Trafik Data Indosat (ISAT) Naik, Pendapatan Kuartal Kedua Ikut Terangkat?
Chief Business Officer Indosat Ooredoo Intan Abdams Katoppo (kanan), Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan (tengah), dan Walikota Cilegon Edi Ariadi (kanan) saat berbincang di booth Indosat Ooredoo Business di Jakarta (15/5/2019). - dok.Indosat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) mencatatkan peningkatan trafik data tertinggi pada H-3 Lebaran sebesar 40,88% dibandingkan dengan trafik data reguler pada hari biasa atau sekitar 8.997 Terabyte.

Kendati demikian Group Head Corporate Secretary ISAT Turina Farouq belum dapat mengungkapkan kontribusi peningkatan trafik dara perseroan pada kuartal kedua nanti. Menurutnya, perseroan tidak bisa memberikan indikasi terkait kinerja yang akan dating atau berandai-andai juga, Semua data kinerja perusahaan akan diinformasikan pada kuartal II financial perfomance

“Hasil keuangan akan disampaikan pada laporan keuangan resmi perusahaan kuartal II atau semester 1 2019 nanti,” katanya kepada Bisnis.com pada Kamis (13/6/2019).

Akan tetapi, lanjutnya, perseroan telah mengantisipasi momen Ramadan dan Lebaran sebagai sentimen positif. Sementara itu, dibandingkan dengan H-3 Lebaran 2018 peningkatan trafik data operator kuning itu sebesar 68,53%. Peningkatan data trafik itu terutama disebabkan tingginya penggunaan aplikasi sosial media seperti Youtube, Whatsapp, Facebook, Instagram dan mobile gaming seperti Mobile Legend dan Free Fire.

Sebaliknya, bisnis legasi seperti layanan suara selama masa Lebaran mengalami penurunan sekitar 13%, tetapi trafik SMS mengalami peningkatan sekitar 5% selama H-7 sampai H+5 Lebaran 2019 dibandingkan dengan trafiik reguler pada hari biasa.

Berdasarkan laporan keuangan pada kuartal II/2018 perseroan mencatat pendapatan dari segmen selular sebesar Rp8,64 triliun, multimedia Rp2 triliun dan fixed telecommunication Rp410 milliar. Totalnya menjadi Rp11,06 trilliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan kuartal II/2017 sebesar Rp15,1 trilliun.

Kendati pendapatan menyusut, tapi laba rugi yang dicatatkan pada kuartal II/2018 sebesar Rp435 milliar lebih kecil dibandingkan dengan kuartal II/2017. Sementara itu, pada Hari Raya Idulfitri pada 2018 jumlah penggunaan trafik data mencapai 4,867.58 terabyte per hari meningkat 73.03 persen dibandingkan 2017.

Sementara itu, pada perdagangan saham Rabu (13/6), harga ISAT turun 4,19% atau Rp85 ke level Rp1.945. Selama sepekan berjalan performa saham ISAT turun 2,51% sedangkan dalam tiga bulan terakhir minus 40,15%. Saham operator kuning itu diperdagangkan sebanyak 1.617 kali dengan nilai Rp12,81 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indosat, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top