Indeks S&P 500 dan Emiten Teknologi Menghijau

Bursa saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren positif selama 4 hari berturut-turut setelah meningkatnya ekspektasi pasar atas penurunan suku bunga kebijakan seiring dengan rendahnya pertumbuhan tenaga kerja di Negeri Paman Sam.
Ilman A. Sudarwan | 08 Juni 2019 11:20 WIB
Trader di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS pada 3 Mei 2019./ REUTERS - Brendan McDermid

Bisnis.com, MANADO—Bursa saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan tren positif selama 4 hari berturut-turut setelah meningkatnya ekspektasi pasar atas penurunan suku bunga kebijakan seiring dengan rendahnya pertumbuhan tenaga kerja di Negeri Paman Sam.

Dikutip dari Bloomberg, pekan ini menjadi momentum terbaik bagi indeks S&P 500 sejak November 2018. Indeks ini meningkat 1,1% ke level 2.873,34 pada penutupan perdagangan Jumat (7/6/2019) waktu New York. Adapun, indeks Stoxx Europe 600 dan indeks MSCI Asia Pacific masing-masing meningkat 0,9% dan 0,4%.

Pada perdagangan kemarin, emiten teknologi mengalami peningkatan paling tinggi di bursa saham AS. Sementara itu, emiten perbankan mencatatkan penurunan akibat sentimen negatif dari potensi penurunan kebijakan suku bunga kebijakan AS.

Salah satu emiten teknologi, Microsoft Corp ditutup pada level US$131,4, meningkat 2,8% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Hal ini membuat kapitalisasi pasar Mircosoft meningkat sampai US$1,01 triliun.

Ekspektasi para pelaku pasar atas menurunnya suku bunga kebijakan meningkat tidak hanya karena rendahnya pertumbuhan tenaga kerja. Tingkat penjualan ritel, pertumbuhan industri pabrik, dan home purchase menjadi pertanda melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.

Pada awal pekan ini, Gubernur The Fed Jerome Powell telah memberikan sinyal untuk mengambil langkah kebijakan moneter yang akomodatif terhadap kondisi itu. The Fed lebih terbuka untuk melonggarkan kebijakan moneternya di masa mendatang.

President of World Market TIAA Bank Chris Gaffney mengatakan bahwa kombinasi berbagai faktor tersebut menjadi sentimen positif bagi pasar modal AS. Dia meyakini Powell akan mengambil langkah dovish ke depan, sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Saat ini adalah momen di mana ‘Fed Put’ kembali, selagi investor memperlakukan data ekonomi sebagai kabar baik bagi pasar modal. Data [pertumbuhan tenaga kerja] tidak terlalu buruk untuk memaksa The Fed mengambil langkah pada bulan ini, tapi saya proyeksikan Powell akan terus mengambil langkah dovish, potensi penurunan suku bunga terus meningkat,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (8/6/2019).

Fed Put adalah kondisi di mana pasar berekspektasi The Fed akan menyelematkan kondisi ekonomi AS dengan melonggarkan suku bunga kebijakan.

Sementara itu, dari sisi perdagangan, pemerintah AS menyatakan bahwa sejumlah barang impor dari China tidak akan dikenakan kenaikan tarif sampai dengan 15 Juni. Kondisi ini membuat yuan offshore menghantam titik terendah sejak November tahun lalu.

Menghadapi kondisi ini, Bank Sentral China menyatakan bahwa ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan moneter sangat besar jika tensi perang dagang dengan AS terus meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top