Sentimen Perang Dagang Menekan Harga Minyak

Sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan Meksiko mengurangi selera investor terhadap minyak. Pasalnya, perang dagang mengurangi potensi pertumbuhan permintaan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  10:32 WIB
Sentimen Perang Dagang Menekan Harga Minyak
Harga minyak turun - nicholloils.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan Meksiko mengurangi selera investor terhadap minyak. Pasalnya, perang dagang mengurangi potensi pertumbuhan permintaan.

Pada perdagangan Selasa (4/6/2019) pukul 9:45 WIB, harga minyak WTI kontrak Juli 2019 terkoreksi 0,18 poin atau 0,34% menjadi US$53,07 per barel. Minyak Brent kontrak Agustus 2019 juga turun 0,29 poin atau 0,47% menuju US$60,99 per barel.

Tim analis Monex Investindo Futures dalam laporannya menuliskan, meski Arab Saudi mengatakan bahwa OPEC dan sekutu akan tetap membatasi produksi harga minyak masih melesu.

Tampaknya kekhawatiran perlambatan ekonomi global karena memanasnya hubungan dagang AS dengan mitranya masih menjadi sentimen pelemahan harga minyak.

“Potensi pelemahan hari ini akan menguji level 52,25. Jika mampu tembus potensi lanjut turun mengincar 51,45. Resistan terdekat di level 54,20,” paparnya.

Dalam riset terpisah, tim analis Asia Trade Point Futures menyebutkan, terkoreksinya harga minyak diperkirakan terkena imbas dari melambatnya aktivitas manufaktur AS periode Mei.

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap dampak perang dagang global setelah AS berencana mengenakan tarif impor terhadap barang-barang Meksiko pada 10 Juni mendatang sebesar 5%.  “Minyak berada dalam tren bearish,” tuturnya.

Resistan : 54,26 – 55,67 – 56,75
Pivot : 53,18
Suport : 51,77 – 50,69 – 49,28

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, perang dagang AS vs China

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top