Euro dan Pound Menguat, Berikut Analisis Teknikalnya

Mata uang euro (EUR) dan pound sterling (GBP) mengalami penguatan seiring dengan pelemahan dolar AS.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  15:06 WIB
Euro dan Pound Menguat, Berikut Analisis Teknikalnya
Ilustrasi-Mata uang Poundsterling dan Euro - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Mata uang euro (EUR) dan pound sterling (GBP) mengalami penguatan seiring dengan pelemahan dolar AS. Pelemahan dolar AS disebabkan buruknya data manufaktur, sikap dovish Fed, dan imbas perang dagang.

Pada perdagangan Selasa (4/6/2019) pukul 14:10 WIB, EUR menguat 0,31% atau 0,0035 poin menjadi 1,1276 per dolar AS. Adapun, mata uang GBP naik 0,17% atau 0,0022 poin menuju 1,2686 per dolar AS.

Tim analis Monex Investindo Futures menyebutkan, hari ini akan rilis data laju inflasi Eropa pukul 16.00 WIB. Ini bisa menjadi perhatian utama pasar sebagai katalis penggerak EURUSD selanjutnya.

“Sebelumnya pergerakan EUR-USD sempat sangat terbebani oleh outlook perlambatan ekonomi di Zona Eropa. Namun beberapa sesi perdagangan ini EURUSD menguat ditopang oleh pelemahan dolar yang terjadi,” paparnya, Selasa (4/6/2019).

Dolar melemah setelah rilis data aktivitas manufaktur AS yang melesu. Greenback juga semakin tertekan setelah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan adanya kemungkinan pemangkasan tingkat suku bunga The Fed.

Jika pelemahan dollar hari ini kembali mendominasi pergerakan pasar, EURUSD berpeluang menguat menguji level 1,1275. Tembus level tersebut, EURUSD berpeluang mengincar 1,1300. Sebaliknya, jika laju inflasi Zona Euro dirilis lebih rendah dari ekspektasi 1,4%, potensi pelemahan EURUSD menguji level 11240 sebelum mengincar 1,1220.

Support: 1.1240 - 1.1220 - 1.1200
Resisten: 1.1275 - 1.1300 - 1.1320

Sementara itu, peluang penguatan GBPUSD hari ini akan menguji 1,2690, dan perlu konsisten bergerak di atas 1,2690 sebelum mengincar level 1,2720. Support terdekat di 1,2625.

Support: 1.2625 - 1.2600 - 1.2565
Resisten: 1.2690 - 1.2720 - 1.2745

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mata uang, poundsterling

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top