Suspensi Baru Dibuka BEI, Saham Express Transindo (TAXI) Terjun Bebas

Setelah hampir satu tahun saham PT Express Transindo Utama Tbk. dilakukan suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan Jumat (24/5/2019), saham tersebut kembali diperdagangkan.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  10:32 WIB
Suspensi Baru Dibuka BEI, Saham Express Transindo (TAXI) Terjun Bebas
Pengemudi taksi Express menunggu penumpang di pool taksi Bandara Soekarno-Hatta, di Tangerang, Banten, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah hampir satu tahun saham PT Express Transindo Utama Tbk. dilakukan suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia, pada perdagangan Jumat (24/5/2019), saham tersebut kembali diperdagangkan.

Pada perdagangan pertama setelah Bursa membuka gembok saham berkode TAXI itu, harga sahamnya langsung merosot menyentuh auto rejection bawah

Berdasarkan data dari Bloomberg, pada perdagangan Jumat, saham TAXI tersebut merosot 34,44% atau 31 poin menuju Rp59 per saham dari nominal sebelumnya Rp90 per saham. Adapun,  pada perdagangan Senin (27/5/2019), saham TAXI berada di posisi Rp50 per saham pada pukul 10.28 WIB.

Sekadar informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan perdagangan saham TAXI setelah perseroan  gagal bayar bunga ke-16 Obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 pada 22 Juni 2018.

IGD Nyoman Yetna Setya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, menjelaskan bahwa pihaknya membuka suspensi saham TAXI dengan memperhatikan beberapa pertimbangan.

“Restrukturisasi sebagai penyebab dia [TAXI] di-suspend sudah dilakukan, terus yang berikutnya yang paling penting adalah rencana ke depannya, yang kami ragukan karena persaingannya berat, mereka sudah jawab,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Dalam permintaan penjelasan dari BEI, Manajemen Express Transindo Utama menjelaskan bahwa perseroan memiliki tiga poin penting dalam menjaga kinerja bisnisnya ke depan.

Ke depannya, TAXI akan melanjutkan program pengurangan utang Grup Express dengan cara penjualan aset non-core dan non-produktif, dan berkomunikasi dengan kreditur untuk menjajaki kemungkinan merestrukturisasi kembali utang.

Selain itu, untuk meningkatkan kinerjanya, TAXI akan melanjutkan program-program efisiensi biaya dan menerapkan kebijakan anggaran yang ketat, baik di bagian operasi maupun di kantor pusat.

Sementara itu, perseroan memiliki fokus untuk meningkatkan kinerja Grup Express dengan melanjutkan dan meningkatkan kerja sama dengan perusahaan aplikasi daring, dan meningkatkan produktifitas dan utilitas armada dan pengemudi.

Dari sisi pelayanan, untuk menjaga kenyamanan konsumen, Grup Express akan terus melakukan program pelatihan dan pengawasan kepada pengemudi sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan armada.

“Terkait dengan rencana ke depan dia [TAXI] sudah bilang, efisiensi, menambah armada, peningkatan modal, dan kerja sama dengan pihak ketiga. Artinya kalau kita lihat suistainibility organisasi dia sudah jalani, dia sudah eksekusi.” tegasnya.

Sementara itu, pada Jumat (24/5/2019) TAXI melaporkan penyelesaian restrukturisasi utang melalui konversi Obligasi I Express Transindo Utama tahun 2014 menjadi saham. TAXI mengungkapkan penyelesaian konversi utang obligasi ini menjadi saham dan obligasi konversi.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, TAXI telah menerbitkan 4 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp100 per saham untuk pemegang obligasi yang namanya tercatat pada daftar pemegang Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 pada 3 Mei 2019.

Saham yang diterbitkan ini merupakan konversi atas utang pokok Obligasi Express Transindo Utama Tahun 2014 sebesar Rp 400 miliar. Konversi ini merupakan pelaksanaan keputusan rapat umum pemegang obligasi I Express Transindo. 

Perubahan sisa Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 sebesar Rp600 miliar menjadi Obligasi Konversi Express Transindo Utama Tahun 2019 tanpa bunga yang akan jatuh tempo pada 31 Desember 2020.

Dengan demikian, terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham TAXI usai dilakukannya penerbitan saham tersebut. Saat ini, PT Rajawali Corpora yang sebelumnya menjadi penggenggam saham mayoritas, kini sahamnya harus terdulusi menjadi 17,81%.

“Meskipun kepemilikan Rajawali Corpora menjadi 17,81% setelah pelaksanaan konversi saham Tahap I dan tidak lagi menjadi pemegang saham pengendali, perseroan berkeyakinan bahwa Rajawali Corpora masih tetap memiliki kepentingan agar perseroan dapat mempertahankan kelangsungan usahanya,” ujar Sekretaris Perusahaan Ekspress Transindo Utama Megawati Affan dalam penjelasan bursa Senin (20/5/2019).

Sebelumnya, Rajawali Corpora menggenggam 1,09 miliar saham TAXI atau 51% kepemilikan saham. Pemegang Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 memiliki 65,09% saham TAXI setelah konversi. Sedangkan saham publik yang mencapai 1,05 miliar saham kini mencerminkan 17,10% kepemilikan, turun dari sebelumnya 49%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, express transindo utama

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup