Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Pacu Penggunaan CPO dalam Biofuel

Pemerintah Malaysia menargetkan kebijakan otomotif nasional dapat memberlakukan persentase campuran biodiesel kelapa dakit yang lebih tinggi dalam beberapa dekade mendatang seiring dengan pembatasan kelapa sawit oleh Uni Eropa.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  15:36 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Malaysia menargetkan kebijakan otomotif nasional dapat memberlakukan persentase campuran biodiesel kelapa dakit yang lebih tinggi dalam beberapa dekade mendatang seiring dengan pembatasan kelapa sawit oleh Uni Eropa.

Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking mengatakan bahwa produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia, pihaknya berencana untuk menggandakan program biofuel menjadi B20 pada 2020, yang mewajibkan bahan bakar dicampur dengan 20% biodiesel kelapa sawit.

“Minyak kelapa sawit adalah opsi yang layak untuk mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil, karena memiliki potensi yang luar biasa sebagai sumber energi terbarukan,” ujar Darell seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (25/5/2019).

Darell optimistis meski terdapat polemik terkait dengan praktik penanaman kelapa sawit yang diklaim kurang ramah lingkungan, pihaknya yakin permintaan CPO masih akan tetap meningkat.

Selain itu, dia menilai masih melihat potensi bagi sektor ini untuk Malaysia dapat muncul menjadi pemain penting yang dapat memenuhi kebutuhan sektor energi dan transportasi.

Adapun, Uni Eropa pada awal pekan ini menerbitkan peraturan yang menetapkan kriteria baru untuk penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel.

Peraturan tersebut akan memiliki sistem sertifikasi dan membatasi jenis biofuel dari minyak sawit dan mulai berlaku pada 10 Juni.

Di sisi lain, akibat sentimen tersebut pada penutupan perdagangan Jumat (24/5/2019), harga CPO kontrak Agustus 2019 di bursa Malaysia melemah 2% menjadi 2.014 ringgit per ton.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top