Metropolitan Land (MTLA) Kantongi Marketing Sales Rp779 Miliar hingga April 2019

Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) telah mengantongi marketing sales senilai Rp779 miliar hingga April 2019 atau sejalan dengan target yang direncanakan.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  12:36 WIB
Metropolitan Land (MTLA) Kantongi Marketing Sales Rp779 Miliar hingga April 2019
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) telah mengantongi marketing sales senilai Rp779 miliar hingga April 2019 atau sejalan dengan target yang direncanakan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land Olivia Surodjo mengungkapkan, marketing sales tersebut terdiri dari Rp614 miliar penjualan dan Rp165 miliar dari pendapatan berulang. Dia mengungkapkan, penjualan paling banyak berasal dari penjualan rumah tapak, The Riviera.

"Marketing sales Rp779 miliar, termasuk recurring income senilai Rp165 miliar. Paling banyak penjualan Riviera," ungkapnya kepada Bisnis.com, Kamis (23/5/2019).

The Riviera merupakan proyek kerja sama operasional MTLA dan Keppel Land Limited (Keppel Land). Pada tahun lalu, perseroan memasarkan The Riviera tahap ketiga yang berada di Tangerang.

Olivia menambahkan, perseroan juga akan meluncurkan perumahan Riviera di Menteng di atas lahan seluas 12 hektare (ha) tepatnya di kawasan Metland Menteng di Jakarta Timur. Peluncurkan tersebut akan dilakukan pada kuartal IV/2019.

Perumahan Riviera at Menteng ini, bakal memiliki kemudahan akses menuju pusat kota Jakarta melalui tol Jakarta Outer Ring Road, yang gerbang terdekatnya hanya berjarak dua kilometer. Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga hanya berjarak 60 menit berkendara melalui Jalan Tol Tanjung Priok.

Selain itu, kawasan ini juga dekat dengan akses menuju ruas tol dalam kota Timur-Barat yang saat ini sedang dibangun dan stasiun Mass Rapid Transit Ujung Menteng. 

Olivia menambahkan, realisasi marketing sales sampai April 2019 masih sejalan dengan target yang ditetapkan. Adapun target marketing sales hingga akhir 2019 senilai Rp2,2 triliun. Dia memerinci Rp1,7 di antaranya akan diperoleh dari pra penjualan dan sisanya Rp500 miliar dari proyek pendapatan berulang dari hotel dan pusat perbelanjaan.

Dalam kesempatan sebelumnya, Olivia mengungkapkan, setelah berlangsungnya pemilu dan Ramadan, pasar properti tidak secara otomatis akan membaik. Perusahaan memperkirakan baru bisa mengejar target dimulai pada Agustus hingga akhir tahun ini.

Menurutnya, secara historis penjualan properti pada masa pemilu selalu melemah dengan fokus masyarakat kepada tingkat konsumsi.

Pada 2019, MTLA menganggarkan belanja modal senilai Rp700 miliar. Rinciannya Rp200 miliar untuk akusisi lahan dan Rp500 miliar untuk pengembangan proyek-proyek eksisting seperti Venya Ubud di Blai dan apartemen Kaliyana, sisanya  pembangunan infrastruktur di proyek eksisting.

Sepanjnag kuartal I/2019, serapan belanja modal baru MTLA baru mencapai Rp115 miliar karena proyek konstruksi tengah dijalankan dan kemungkinan selesai pada akhir tahun ini, sehingga alokasi capex baru bisa efektif pada kuartal akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, metropolitan land

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top