BBNI Jeblok 3,2 Persen, Indeks Bisnis27 Surut 0,45 Persen pada Akhir Sesi I

Indeks Bisnis-27 melemah 0,45 persen atau 2,31 poin ke posisi 512,49 di jeda siang dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (21/5/2019), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,75 persen atau 3,84 poin di posisi 514,79.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  13:44 WIB
BBNI Jeblok 3,2 Persen, Indeks Bisnis27 Surut 0,45 Persen pada Akhir Sesi I
Karyawati berbincang di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (21/7). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (22/5/2019), sejalan dengan pelemahan IHSG.

Indeks Bisnis-27 melemah 0,45 persen atau 2,31 poin ke posisi 512,49 di jeda siang dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (21/5/2019), indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,75 persen atau 3,84 poin di posisi 514,79.

Indeks Bisnis-27 mengawali perdagangan dengan dibuka melemah 0,04 persen atau 0,21 poin ke elvel 514,58 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks Bisnis-27 bergerak di level 510,64-516,66.

Sebanyak 7 saham menguat dan 17 saham melemah dari 3 saham anggota indeks Bisnis-27 yang diperdagangkan pada akhir sesi I perdagangan hari ini.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing melemah 3,2 persen dan 0,92 persen menjadi penopang utama penguatan indeks Bisnis-27 siang ini.

Indeks Bisnis-27 merupakan indeks yang terdiri dari 27 saham perusahaan tercatat yang dipilih berdasarkan kriteria fundamental, teknikal atau likuiditas transaksi dan akuntabilitas dan tata kelola perusahaan.

Sejalan dengan Bisnis-27, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,32 persen atau 19,24 poin ke level 5.932,13 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya, setelah dibuka dengan pelemahan 0,05 persen atau 2,99 poin ke level 5.948,38.

Sepanjang perdagangan sesi I hari ini, IHSG bergerak di level 5.918,90 – 5.966,80. Adapun perdagangan Selasa (21/5), IHSG ditutup menguat 0,75 persen atau 44,25 poin ke level 5.951,37.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor pertanian yang melemah 0,91 persen dan sektor konsumer yang turun 0,75 persen.

Sebanyak 148 saham menguat, 200 saham melemah, dan 285 saham stagnan dari 633 saham yang diperdagangkan.

Berikut adalah harga saham Bisnis-27 pada akhir sesi I:
KodeNama PerusahaanHarga (Rp)

ACES

PT Ace Hardware Indonesia Tbk.

           1.685

ADRO

PT Adaro Energy Tbk

           1.220

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk.

               705

ASII

PT Astra International Tbk

           6.925

BBCA

PT Bank Central Asia Tbk

         27.225

BBNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

           8.325

BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

           3.770

BDMN

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

           4.790

BMRI

PT Bank Mandiri Persero Tbk

           7.325

CPIN

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

           4.410

HMSP

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

           3.240

ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

           9.450

INCO

PT Vale Indonesia Tbk PT

           2.590

INDF

PT Indofood Sukses Makmur Tbk

           6.250

INKP

PT Indah Kiat Pulp & Paper Corp Tbk

           6.075

INTP

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

         18.700

JPFA

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

           1.365

KLBF

PT Kalbe Farma Tbk

           1.325

MAPI

PT Mitra Adiperkasa Tbk

               865

MYOR

PT Mayora Indah Tbk

           2.550

PTBA

PT Bukit Asam Tbk

           2.850

PWON

PT Pakuwon Jati Tbk

               635

SCMA

PT Surya Citra Media Tbk

           1.505

SMGR

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

         10.725

TLKM

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

           3.570

TPIA

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

           4.970

UNTR

PT United Tractors Tbk

         24.425

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks bisnis27

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top