Investor Antisipasi Lelang, Harga SUN Berpeluang Terkoreksi

MNC Sekuritas memproyeksikan pada perdagangan Selasa (14/5/2019), harga surat utang negara (SUN)  bergerak dengan kecenderungan melanjutkan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan Senin (13/5/2019).
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  10:21 WIB
Investor Antisipasi Lelang, Harga SUN Berpeluang Terkoreksi
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- MNC Sekuritas memproyeksikan pada perdagangan Selasa (14/5/2019), harga surat utang negara (SUN)  bergerak dengan kecenderungan melanjutkan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan Senin (13/5/2019).

Analis MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan bahwa saat ini investor mengantisipasi pelaksanaan lelang penjualan surat berharga syariah negara (SBSN) yang diselenggarakan pada hari ini.  

Adapun, pada Selasa (14/5/2019), pemerintah akan melelang enam seri SBSN dengan target penerbitan senilai Rp8 triliun. "Menjelang lelang, harga SUN akan cenderung  bergerak  terbatas  dengan  peluang terjadinya koreksi harga karena investor berharap mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi melalui lelang," jelasnya melalui riset Selasa (14/5/2019).

Dia menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati pergerakan SUN dengan fokus pada seri tenor pendek dan menengah. 

Beberapa seri yang menarik untuk dicermati diantaranya adalah FR0053, FR0061, FR0035, FR0043, FR0070 dan FR0056 sedangkan SUN tenor panjang yang cukup menarik adalah FR0065, FR0068, FR0072 dan FR0079.

Sebelumnya, pada perdagangan Senin (13/5/2019), harga SUN mengalami penurunan harga yang mendorong terjadinya kenaikan tingkat imbal hasil akibat adanya sentimen perang dagang antara Amerika dan China serta pengaruh data makroekonomi domestik yang tidak sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Sentimen negatif perang dagang Amerika Serikat dan China merupakan faktor global yang mempengaruhi.

Sementara itu, dari sisi domestik, sentimen negatif datang dari data makroekonomi yang di luar perkiraan. Data cadangan devisa mom yang mengalami penurunan, defisit neraca perdagangan hingga pertumbuhan ekonomi domestik. 

Kondisi global dan domestik tersebut mengakibatkan kenaikan imbal hasil SUN seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 3,1 bps pada level 7,490%. SUN acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 4,4 bps pada level 8,010%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top