PTPP Bakal Divestasi Tol & Pelabuhan

PT PP (Persero) Tbk. bakal melakukan penjualan kepemilikan saham atau divestasi di sejumlah proyek investasi perseroan dengan target Rp500 miliar pada 2019.
M. Nurhadi Pratomo | 10 Mei 2019 19:33 WIB
Pekerja mengerjakan proyek pembangunan hunian bertingkat PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Senin (29/5). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— PT PP (Persero) Tbk. bakal melakukan penjualan kepemilikan saham atau divestasi di sejumlah proyek investasi perseroan dengan target Rp500 miliar pada 2019.

Agus Purbianto, Direktur Keuangan dan Pengelolaan Kapital Manusia PP menjelaskan bahwa perseroan akan melakukan divestasi kepemilikan saham perseroan di ruas jalan tol Pandaan—Malang. Pihaknya ingin menurunkan porsi kepemilikan hingga menjadi sekitar 17,5%.

Seperti diketahui, jalan tol Pandaan—Malang membentang sepanjang 38,48 kilometer dari Pandaan, Kabupaten Pasuruan sampai Sawojajar, Kota Malang. Ruas ini dimiliki oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) yang didalamnya terdiri atas PP, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Agus mengatakan divestasi akan dilakukan setelah objek tol tersebut sudah ter-delivery. Artinya, penjualan kepemilikan saham akan dilakukan ketika ruas itu beroperasi.

Saat ini, pihaknya menyebut belum melakukan valuasi terhadap kepemilikan saham di ruas tol Pandaan—Malang. Prioritas utama calon pembeli yakni pemilik eksisting proyek tersebut.

“Pokoknya kepemilikan menjadi di bawah 20%. Kami tawarkan pemegang saham yang eksisting kalau tidak berminat cari dari luar," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (9/5/2019).

Selain jalan tol, dia menyebut emiten berkode saham PTPP itu akan melakukan divestasi kepemilikan di pelabuhan. Menurutnya, terdapat beberapa proyek investasi dengan kepemilikan di atas 20% yang bakal didivestasi perseroan.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa langkah divestasi yang ditempuh untuk menjaga pertumbuhan laba bersih perseroan. Dengan demikian, target kinerja keuangan yang dibidik tahun ini dapat tercapai.

Sebagai catatan, PTPP menganggarkan belanja modal Rp8,73 triliun pada 2019. Jumlah tersebut naik dari proyeksi realisasi investasi 2018 yang mencapai Rp6,78 triliun.

PTPP mengincar kontrak baru Rp50 triliun pada 2019. Target itu naik 16,27% dari realisasi 2018.

Hingga kuartal I/2019, PP merealisasikan kontrak baru Rp9,80 triliun. Realisasi itu tumbuh 3,15% dari Rp9,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Secara detail, komposisi pekerjaan yang didapat PTPP pada Januari 2019—Maret 2019 yakni engineering, procurement, and construction (EPC) mendominasi perolehan kontrak baru perseroan Rp5,5 triliun, infrastruktur senilai Rp4,1 triliun, dan gedung Rp1,01 triliun.

Dari sisi kinerja, PTPP melaporkan pendapatan Rp4,96 triliun pada kuartal I/2019. Realisasi itu tumbuh 34,92% dari Rp3,68 triliun pada kuartal I/2018.

Dari situ, kontraktor pelat merah tersebut mengantongi laba bersih Rp175,65 miliar per akhir Maret 2019. Pencapaian itu tumbuh 12,52% dari Rp156,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, Tim Analis PT Panin Sekuritas Tbk. masih merekomendasikan beli saham PTPP. Target harga perseroan berada di level Rp2.500 per lembar.

Adapun, pendorong dari rekomendasi itu yakni kondisi neraca yang lebih solid dibandingkan peers, estimasi pertumbuhan laba yang di atas rata-rata 2019, serta potensi arus kas positif tahun ini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpp, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup