Bliss Properti (POSA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 20 Persen

Emiten pusat perbelanjaan, PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) mengincar pertumbuhan pendapatan hingga 20% pada tahun ini.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  16:05 WIB
Bliss Properti (POSA) Incar Pertumbuhan Pendapatan 20 Persen
PT Bliss Properti Indonesia Tbk. (POSA) menjadi emiten ke-11 yang melantai pada 2019. Pada hari pembukaan pencatatan perdana, Jumat (10/5/2019), saham POSA diperdagangkan dengan frekuensi 539 kali, volume 7091 saham dengan nilai Rp179,35 juta. - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten pusat perbelanjaan, PT Bliss Porperti Indonesia Tbk. (POSA) mengincar pertumbuhan pendapatan hingga 20% pada tahun ini.

Direktur POSA Astried Damayanti mengungkapkan, total mal yang dimiliki pada saat ini sebanyak 5 unit mal dan 1 hotel. Dia mengungkapkan, pada tahun ini perseroan akan meluncurkan mal baru di Jambi City dengan nilai investasi Rp260 miliar dan merampungkan renovasi Lombok City mal.

"Lombok City mal bakal buka tahun ini, sehingga potensi pertumbuhan bisa mencapai 10%--20%," ungkapnya di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Dia mengungkapkan, perseroan fokus untuk mengembangkan mal di daerah kedua dan ketiga guna menggerakkan perekonomian di sekitar desa. Menurutnya, daerah tersebut masih belum dijamah oleh pemain besar.

Direktur Utama POSA Johardy Lambert mengungkapkan, perseroan memiliki landbank seluas 8 ha. Dia mengharapkan, POSA mampu membuka satu mal setiap tahun, akan tetapi disertai dengan riset tentang daya beli yang kuat.

Saat ini, POSA memiliki juga memiliki mal di Ponorogo dan Ambon, Tanjungpinang. Dia mengungkapkan, jumlah tenant yang berada di dalam mal mencapai 40 tenant, dan bisa mencapai 100 tenant bila ada pemeran.

TEKANAN BEBAN BUNGA
Astried tak menampik bahwa pada tahun ini perseroan berpotensi masih mencatatkan kerugian. Namun, kerugian yang dicatatkan bakal tidak sebesar 2018.

Sebab, perseroan akan menggunakan sebagian dari dana hasil intial public offering (IPO) untuk membayar pinjaman perbankan. Strategi lain yang bakal dilakukan yakni melakukan negosiasi dengan perbankan untuk mengurangi beban bunga.

Hingga Oktober 2018, POSA memiliki liabilitas jangka pendek senilai Rp88,21 miliar, dengan rincian, pinjaman kepada PT Bank Mayapada International Tbk. senilai Rp20 miliar untuk modal kerja dengan bunga 13%--13,5%.

Namun, pada Januari 2019, POSA berhasil melunasi pinjaman dari Bank Mayapada senilai Rp19,9 miliar. Total pinjaman bank jangka panjang POSA senilai Rp647,52 miliar, dengan rincian Bank Sinarmas dan Bank CIMB Niaga masing-masing senilai Rp513,41 miliar dan Rp134,11 miliar. Bank Sinarmas dan Bank CIMB Niaga memberikan suku bunga masing-masing sebesar 18% per tahun dan 12% per tahun. 

Dengan pengurangan pokok pinjaman tersebut, Astried menambahkan, kerugian bisa berkurang hingga 5% pada 2019.

Mengutip prospektus, pendapatan usaha POSA pada Oktober 2018  senilai Rp58,17 miliar, turun 21,69% dari posisi Rp74,29 miliar pada Oktober 2017. Rugi tahun berjalan dapat diatribusikan pada Oktober 2018 senilai Rp268,54 miliar, membengkak dari rugi Oktober 2017 senilai Rp65,66 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top