Sierad Produce (SIPD) Perbesar Sektor Hilir Tahun Ini

Emiten unggas, PT Sierad Produce Tbk. fokus memperbesar segmen penjualan makanan olahan dengan merek Belfood menjadi 50% dalam kurun waktu tiga tahun, dengan tujuan memperbesar margin.
Novita Sari Simamora | 10 Mei 2019 08:53 WIB
Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk Tomy Wattemena Widjaja (tengah) bersama Komisaris Utama Independen Antonius Joenoes Supit (dari kiri), Wakil Dirut Soh Ching Kher, Direktur Sri Sumiyarsi, dan Direktur Wayan Sumantra mengamati bibit ayam pedaging, usai paparan publik, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten unggas, PT Sierad Produce Tbk. fokus memperbesar segmen penjualan makanan olahan dengan merek Belfoods menjadi 50% dalam kurun waktu tiga tahun, dengan tujuan memperbesar margin.

Direktur Utama Sierad Produce Tommy Wattimena mengungkapkan, rencana tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berpotensi lebih cepat dari target yang ditetapkan. Pada tahun ini, dia memproyeksikan pertumbuhan penjualan sebesar 20%, seiring membaiknya permintaan konsumsi ayam di dalam negeri.

Dengan demikian, perseroan memprakirakan pertumbuhan penjualan yang baik akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini. Adapun capaian penjualan SIPD pada 2018 senilai Rp3,12 triliun, naik 27% dari Rp2,45 triliun pada 2017.

Bila dikalkulasi, target penjualan SIPD pada tahun ini sekitar Rp3,74 triliun. Menurutnya, perseroan tetap konsisten menganggarkan biaya perbaikan dan pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan.

“Pertumbuhan penjualan tahun ini strong double digit, hingga 20%. Kami juga memiliki7 strategi untuk tumbuh dua digit,” katanya usai RUPST, Kamis (9/5/2019).

Total penjualan bersih SIPD pada Maret 2019 senilai Rp928,3 miliar, naik 37,29% dari posisi Rp676,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontibusi penjualan perseroan dari terbesar hingga terkecil yakni pakan ternak, Belfoods, rumah potong ayam, pembiakan dan pertenakan broiler masing-masing 54%, 12%,12%, 11% dan 8%.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada Maret 2019 senilai Rp13,25 miliar. SIPD berhasil membalik dari kerugian menjadi laba. Menurutnya, capaian awal tahun ini sejalan dengan target yang ditetapkan.

Selain mempercepat dan memperbanyak kontribusi penjualan Belfoods, SIPD juga akan menjaga keseimbangan kapasitas bisnis hulu. Strategi lain yang dilakukan SIPD untuk memperkuat pasar yakni menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM dan memaksimalkan penggunaan digital dan meningkatkan kinerja operasional.

Pada tahun ini, SIPD mengalokasikan belanja modal Rp99 miliar. Sementara itu, realisasi belanja modal pada 2018 senilai Rp91 miliar. Dia mengungkapkan, perseroan belum membutuhkan belanja modal dalam jumlah besar pada tahun ini.

“Perputaran modal kerja yang lebih baik serta implementasi capex yang lebih seltif menjadi landasan peningkatan kinerja perseroan secara keseluruhan,” katanya.

Direktur SIPD Sri Sumiyarsi mengatakan, rencana memperbesar penjualan Belfoods berpotensi menaikkan margin laba kotor menjadi 35%-40% pada 2022. Hingga Maret 2019, margin laba kotor yang dibukukan oleh perseroan sebesar 14%.

“Memperbesar Belfoods, berpotensi menaikkan [GPM} sekitar 35%-40% pada 2022,” katanya kepada Bisnis.com.

Tommy menambahkan, SIPD telah meluncurkan produk Belfoods dengan kemasan 1 kali saji seharga Rp10.000. Menurutnya, kemasan ini akan masuk ke pasar-pasar untuk memenuhi kebutuhan protein kelas menengah ke bawah, khususnya masyarakat urban.

Di sisi lain, untuk meningkatkan daya saing dari DOC, katanya, perseroan juga meluncurlkan super DOC, untuk bibit ayam pedaging yang didesain menghasilkan ayam dengan potensi genetic secara maksimal. Dia mengklaim, super DOC tersebut memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan disertai good breeding practices.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Sierad Produce

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup