Bank Sentral China Lanjutkan Pembelian Emas Sebagai Cadangan Devisa

Pembelian emas oleh bank sentral China diprediksi terus berlanjut seiring dengan bank sentral negeri panda tersebut telah meningkatkan cadangan emas selama 5 bulan berturut-turut.
Finna U. Ulfah | 08 Mei 2019 15:20 WIB
Emas batangan./REUTERS/Michael Buholzer -

Bisnis.com, JAKARTA - Pembelian emas oleh bank sentral China diprediksi terus berlanjut seiring dengan bank sentral negeri panda tersebut telah meningkatkan cadangan emas selama 5 bulan berturut-turut.

Berdasarkan data bank sentral China, PBOC, cadangan emas China telah meningkat menjadi 61,1 juta ons pada April dibandingkan dengan penambahan emas sebesar 60,62 juta ons pada bulan sebelumnya.

Dalam hal tonase, arus masuk emas pada April mencapai 14,9 ton dan peningkatan tersebut mengikuti penambahan hampir 43 ton dalam 4 bulan terakhir hingga Maret.  Adapun, pembelian emas oleh bank sentral telah muncul sebagai tren utama di pasar global.

Mengutip World Gold Council, pembelian emas oleh bank sentral pada kuartal I/2019 menjadi pembelian tertinggi dalam 6 tahun terakhir seiring dengan upaya mayoritas negara untuk mendiversifikasi aset cadangan negara, menjauh dari dolar AS.

Langkah tersebut pun dapat mendukung harga patokan emas global yang sedikit berubah akibat menurunnya permintaan emas ETF (exchange trade funds) oleh investor.

Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank A/S Ole Hansen mengatakan bahwa penambahan emas batangan terbaru di China terjadi di tengah peningkatan tajam dalam ketegangan perdagangan antara AS dan China serta melemahnya pasar ekuitas.

"Pembelian emas oleh bank sentral adalah permintaan yang akan terus berkembang karena mayoritas bank sentral terlihat tengah berusaha untuk mengurangi dolar AS dari cadangan mereka," ujar Ole seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (7/5/2019).

Citigroup memprediksi pembelian emas resmi oleh bank sentral di seluruh dunia dapat mencapai lebih dari 700 ton pada tahun ini jika tren pembelian emas dari bank sentral China berlanjut dan Rusia setidaknya menyamakan pembeliannya seperti pada tahun lalu, yaitu sekitar 275 ton.

Berdasarkan data World Gold Council, pembelian emas oleh bank sentral pada 2018 mencapai 651,5 ton, menjadi kenaikan terbesar sejak 1971.

Di sisi lain, data terbaru dari PBOC mungkin menandakan laju penambahan emas yang stabil di masa depan, seperti pada periode pertengahan 2015 hingga Oktober 2016, ketika China meningkatkan pembelian emas hampir setiap bulan.

Adapun, China sebelumnya telah lama tidak menunjukkan peningkatan dalam pembelian emas. China melakukan pembelian emas pertama kali dalam 6 tahun yaitu pada pertengahan 2015, ketika bank sentral mengumumkan kenaikan 57% pembelian emas menjadi 53,3 juta ons.

Saat ini, pada perdagangan Rabu (8/5/2019) pukul 14.52 WIB, emas di bursa Comex bergerak menguat 0,1% menjadi US$1.286,90 per troy ounce. Sementara itu, emas di pasar spot naik 0,11% menjadi US$1.285,90 per troy ounce.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini, dolar as, harga emas comex

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup