Garuda Indonesia (GIAA) Tetap Pede akan Dapat Untung dari Mahata

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tetap merasa yakin bahwa perseroan akan mendapatkan biaya kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan.
Muhammad Ridwan | 08 Mei 2019 21:20 WIB
Manajemen Garuda Indonesia saat menggelar paparan publik di Hanggar 4 Garuda Maintenance Facility Aero Asia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (8/5/2019) - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, TANGERANG — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. tetap merasa yakin bahwa perseroan akan mendapatkan biaya kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan.

Adapun biaya kompensasi yang ditagihkan kepada perusahaan rintisan Mahata Aero Teknologi tersebut ialah senilai US$92,94 juta untuk 103 pesawat Garuda Indonesia, US$39 juta untuk 50 pesawat Citilink, dan US$30 juta untuk 50 pesawat Sriwijaya Air.

Sementara itu untuk biaya kompensasi atas hak pengelolaan layanan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten senilai US$80 juta untuk 99 pesawat Garuda Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan bahwa perseroan tidak merasa khawatir untuk melakukan transaksi dengan perusahaan rintisan yang masih berumur belia.

Pasalnya, dia menegaskan bahwa Garuda Indonesia telah memiliki kepastian kontrak dengan Mahata Aero Teknologi.

“Walau kontrak diputus ekstrem oleh keduanya, hak tagih tidak hilang atas US$240 juta itu jadi tidak khawatir dengan kontraknya selama [15 tahun] itu,” ujarnya dalam paparan publik di Cengkareng, Tangerang, Rabu (8/5/2019).

Hingga akhir kuartal I/2019, kata Fuad, emiten berkode saham GIAA tersebut masih belum mendapatkan sepeserpun bayaran atas perjanjian kerja sama tersebut dari Mahata Aero Teknologi.

Dia mengklaim perseroan telah melakukan pembicaraan dengan Mahata Aero Teknologi terkait dengan biaya kompensasi tersebut.

“Mereka [Mahata] tahap finalisasi dengan investor. Disayangkan juga ribut polemik transaksi ini, investornya dari asing juga tidak disclose, karena b2b Mahata dengan investor,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam laporan sebelumnya mengutip dari dubaiforum.me, penyedia teknologi nirkabel Mahata Aero Teknologi mengumumkan pada Senin (8/4/2019) bahwa perusahaan rintisan tersebut telah telah mendapatkan kucuran dana senilai US$21 juta dari Well Vintage Enterprise FZE Dubai.

Mahata akan menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan awal pada perangkat keras sistem penerbangan GX yang akan digunakan Garuda Indonesia Group.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup