Lindungi Petani Lokal, India Naikkan Tarif Impor Gandum

Pemerintah India mengumumkan kenaikan bea masuk impor gandum menjadi 40% dari 30%, untuk mendukung petani lokal, Jumat (26/4/2019) waktu setempat.  
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 29 April 2019  |  04:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah India mengumumkan kenaikan bea masuk impor gandum menjadi 40% dari 30%, untuk mendukung petani lokal, Jumat (26/4) waktu setempat.  

Langkah itu muncul ketika partai Perdana Menteri Narendra Modi merasa tidak puas lantaran harga tanaman yang lebih rendah, di tengah pemilihan umum pada 11 April dan berakhir pada 19 Mei mendatang.

Harga gandum lokal telah turun lebih dari 11% pada tahun ini karena persediaan cukup dari panen tahun lalu dan perkiraan rekor produksi.

Kenaikan bea impor kemungkinan akan membuat gandum impor tak digunakan lagi untuk pabrik-pabrik tepung. Bahkan, setelah penurunan harga global baru-baru ini.

“Produksi gandum lebih tinggi. Pemerintah tengah berupaya memastikan harga tetap di atas level support,” kata kepala komoditas dan mata uang di Inditrade Derivatives & Commodities di Mumbai, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/4/2019).

India, produsen gandum nomor dua di dunia itu telah menaikkan harga pembelian gandum musim baru dari petani lokal sebesar 6% menjadi 1.840 rupee per 100 kilogram untuk 2019.

Pemerintah India biasanya membeli sekitar seperempat gandum tersebut dari petani dengan harga yang ditentukan. Hal ini untuk membangun stok guna menjalankan program kesejahteraan pangan utama.

Menurut perkiraan dari Departemen Pertanian India Produksi gandum negara tersebut akan naik 2% pada 2019 dari tahun sebelumnya ke rekor 99,12 juta ton.

Sementara, stok gandum pemerintah mencapai 17 juta ton pada 1 April, naik hampir 30% dari waktu yang sama tahun lalu.   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gandum, india, ekonomi india

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top