Sabar Berinvestasi di Saham Grup Indika, Lo Kheng Hong Nikmati Miliaran Rupiah

Investor kawakan di pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong, sangat meminati Grup Indika, sehingga dirinya memiliki saham yang cukup banyak pada ketiga emiten di grup ini, yakni PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 24 April 2019  |  20:01 WIB
Sabar Berinvestasi di Saham Grup Indika, Lo Kheng Hong Nikmati Miliaran Rupiah
Lo Kheng Hong - Bisnis/ Emanuel Caesario

Bisnis.com, JAKARTA— Investor kawakan di pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong, sangat meminati Grup Indika, sehingga dirinya memiliki saham yang cukup banyak pada ketiga emiten di grup ini, yakni PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).

Tidak semua dari ketiga emiten tersebut berhasil membukukan kinerja 2018 yang cemerlang untuk bisa memberikan dividen bagi para pemegang sahamnya. Namun, investor yang dijuluki ‘Waren Buffet dari Indonesia’ ini tetap dapat menikmati keuntungan yang cukup menggiurkan dari Grup Indika.

Hari ini, Rabu (24/4/2019), MBSS baru saja mengelar RUPS. Sayangnya, kinerja MBSS tidak terlalu cemerlang tahun lalu sehingga belum bisa membagikan dividen tahun ini. Rugi MBSS justru membengkak tahun lalu sebesar 94%, atau dari US$8,85 juta pada 2017 menjadi US$17,14 juta pada 2018.

Namun, pada hari yang sama, harga saham MBSS ini melonjak 17,50%. Lo Kheng Hong yang memiliki 5,44% saham di MBSS menikmati keuntungan dari kenaikan harga saham ini sekitar Rp10 miliar. Keuntungan sebesar itu diperoleh hanya dalam sehari!

Kepemilikan Lo Kheng Hong pada MBSS hari ini (Rabu, 24/4/2019) meningkat menjadi Rp66,9 miliar dari posisi kemarin Rp56,9 miliar. Adapun total kapitalisasi pasar MBSS kini mencapai Rp1,23 triliun.

Lonjakan saham MBSS ini tampaknya dipengaruhi oleh pengumuman kinerja kuartal I/2019 perseroan yang tercatat positif. MBSS sudah berhasil membukukan laba bersih senilai US$1,5 juta pada kuartal I/2019, berbalik dibandingkan kuartal I/2018 yang rugi US$5,5 miliar.

Peningkatan laba tersebut diperoleh dari pertumbuhan pendapatan MBSS pada kuartal I/2019 yang mencapai 45%, atau dari US$14,4 juta pada kuartal I/2018 menjadi US$20,9 juta.

Sementara itu, esok, Kamis (25/4/2019), giliran INDY yang akan menggelar RUPS. Emiten induk grup Indika ini membukukan kinerja yang cukup positif tahun lalu.

Pendapatan INDY pada 2018 naik 169,65%, atau dari US$1,09 miliar pada 2017 menjadi US$2,96 miliar pada 2018. Manajemen INDY melaporkan laba inti INDY mencapai US$168,4 juta pada 2018, naik 78,2% dibandingkan US$94,5 juta pada 2017.

Namun, bila mengacu pada laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk, INDY membukukan penurunan laba yang signifikan yang turun 76,13% dari US$335,41 juta pada 2017 menjadi US$80,06 juta.

Bila pada RUPS esok hari manajemen INDY memutuskan untuk membagikan dividen, Lo Kheng Hong siap-siap mendapatkan tambahan cuan lagi.

Adapun, pada Desember 2018 lalu, INDY sudah membagikan dividen interim untuk tahun buku 2018 dengan dividend payout ratio 17,7% atas laba hingga akhir kuartal ketiga 2018.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, Lo Kheng Hong yang sering dipanggil dengan sebutan “Pak LKH” ini baru saja ketiban untung karena keputusan manajemen PTRO untuk membagikan dividen atas laba bersih 2018 mencapai 38% dari total laba atau setara US$8,72 juta.

PTRO memang membukukan kinerja paling cemerlang tahun lalu di antara emiten Grup Indika dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 94,87%, atau dari US$11,89 juta pada 2017 lalu menjadi US$23,17 juta pada 2018.

Lo Kheng Hong memiliki 13,66% saham PTRO, sehingga berhak atas dividen senilai US$1,19 juta. Dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (22/4/2019) sebesar Rp14.056 per dolar AS, Lo Kheng Hong berhak atas dividen senilai Rp16,75 miliar.

Bila dirata-ratakan, nilai tersebut setara dengan Rp1,4 miliar per bulan. Setelah dipotong pajak dividen individu sebesar 10%, Lo Kheng Hong masih menikmati Rp1,26 miliar per bulan.

Nilai tersebut tentu sangat menguntungkan bagi Pak LKH – investor yang memiliki rutinitas setiap pagi membaca dan menganalisa setidaknya empat koran dan menikmati secangkir kopi ini.

Dalam beberapa kesempatan, Lo Kheng Hong kerap menyampaikan prinsip investasinya yang mengikuti prinsip investor kawakan Waren Buffet. Lo Kheng Hong selalu hati-hati memilih saham untuk diinvestasikan serta selalu berinvestasi untuk jangka panjang.

Lo Kheng Hong bukan tipe investor yang menyukai aktivitas trading harian. Dirinya memberikan tips investasinya, yakni selalu memilih saham dari perusahaan yang memiliki kinerja fundamental unggul tetapi dengan harga yang sangat terdiskon, lalu menyimpannya hingga harganya kembali wajar.

“Investasi itu butuh kesabaran dan daya tahan karena bursa adalah perangkat untuk memindahkan uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar,” katanya dalam satu kesempatan wawancara bersama Bisnis, mengutip nasihat Waren Buffet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, rekomendasi saham

Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top