Genjot Produksi Jagung di China, Cargill Investasi US$112 Juta

Perusahaan pangan Cargill pada Selasa (23/4/2019) menyatakan akan berinvestasi senilai US$112 juta untuk memperluas kapasitas pemrosesan jagung di  Provinsi Jilin, timur laut China.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 23 April 2019  |  16:35 WIB
Genjot Produksi Jagung di China, Cargill Investasi US$112 Juta
Jagung dimasukkan ke truk saat silo kosong di sebuah peternakan di Tiskilwa, Illinois, AS, 6 Juli 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan pangan Cargill pada Selasa (23/4/2019) menyatakan akan berinvestasi senilai US$112 juta untuk memperluas kapasitas pemrosesan jagung di  Provinsi Jilin, timur laut China.

Berada di kota Songyuan, pemrosesan itu merupakan bagian dari proyek besar Sino-US Cargill Biotech Industrial Park, yang dibangun bersama dengan pemerintah daerah setempat.

Kapasitas pemrosesan itu ditargetkan dapat menghasilkan 2 juta ton jagung pada 2020. Cargill menyatakan, akan mendirikan pusat penelitian dan pelatihan tentang keamanan dan peningkatan produk di area proyek tersebut.

“Cargill berharap dapat menggandakan investasinya di China selama 5 tahun ke depan,” kata Kepala Eksekutif Cargill Dave MacLenna dikutip oleh Reuters dari China Daily.

Untuk diketahui, Jilin merupakan provinsi utama penghasil jagung di China. Sementara itu, harga jagung kontrak Juli 2019 di Chicago Board of Trade melemah 0,05% atau 2,00 poin ke level US$361,50 per gantang. Perkiraan cuaca cerah dan kering di bagian barat laut AS pekan ini diperkirakan menguntungkan bagi tanaman jagung. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, cargill

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top