Japfa (JPFA) dan UGM Perkuat Kerja Sama Penelitian Kandang Tertutup

Emiten unggas, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menjalin kerja sama dengan Universitas Gajah Mada dalam rangka pengembangan penelitian closed house. 
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 April 2019  |  11:52 WIB
Japfa (JPFA) dan UGM Perkuat Kerja Sama Penelitian Kandang Tertutup
Rektor UGM Panut Mulyono didampingi oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus, bersama Commercial Poultry Director JPFA Yahja Djanggola dan Komisaris Utama JPFA Syamsir Siregar menekan perjanjian research farm (closed house). - Bisnis/Novita Sari Simamora

Bisnis.com, YOGYAKARTA — Emiten unggas, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menjalin kerja sama dengan Universitas Gajah Mada dalam rangka pengembangan penelitian closed house

Deputy Head of Commercial Poultry Division Japfa Achmad Dawami mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menunjang inovasi akademik di bidang peternakan. Kerja sama Japfa dan Universitas Gajah Mada (UGM) telah dimulai sejak 2003 dengan pembangunan teaching farm.

Setelah melakukan kerja sama teaching farm, lalu JPFA dan UGM juga melanjutkan pembangunan laboratorium pascapanen dengan kapasitas sekitar 20.000 ekor ayar per hari sejak 2017 dan pada 2019 kembali diresmikan research farm (closed house).

“Japfa sebagai perusahaan agribisnis terintegrasi memiliki komitmen yang kuat dalam mmebantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan, khususnya protein hewani asal unggas halal dan higenis,” ungkapnya di Fakultas Peternakan UGM, Selasa (23/5/2019).

Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus mengatakan bahwa aktivitas kerja sama ini bakal mendukung mimpi UGM untuk meningkatkan kualitas riset. Dia mengungkapkan, peran pelaku industri dengan universitas-universitas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kerja sama research farm closed house menjadi hadiah ulang tahun ke-50 bagi UGM dan ini sangat relevan untuk menemukan riset-riset baru yang berguna bagi Indonesia,” ungkap Ali.

Rektor UGM Panut Mulyono mengungkapkan, peningkatan kualitas pendidikan seyogyanya tidak hanya didukung oleh pemerintah, tetapi jiga didukung oleh pelaku industri dan seluruh elemen masyarakat. Dia menambahkan, research farm ini akan meneliti tentang pakan, unggas, suhu ruangan dan lingkungan untuk menghasilkan publikasi bertarif internasional serta dipraktektan di dunia komersial.

Panut menambahkan, riset-riset baru yang berguna juga akan menambah kualitas UGM, sehingga semakin membuat kampus asal Yogyakarta semakin diperhatikan oleh dunia pendidikan internasional. Dia mengharapkan, kerja sama ini bakal memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan menciptakan tokoh-tokoh baru yang bisa terjun menjadi pelaku industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ugm, japfa comfeed, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top