Hasil Quick Count Unggulkan Jokowi, Saham Emiten BUMN Karya Melesat

Saham-saham emiten BUMN konstruksi dan infrastruktur atau karya dibuka menguat pada sesi perdagangan, Kamis (18/4/2019).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 18 April 2019  |  10:18 WIB
Hasil Quick Count Unggulkan Jokowi, Saham Emiten BUMN Karya Melesat
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham emiten BUMN konstruksi dan infrastruktur atau karya dibuka menguat pada sesi perdagangan, Kamis (18/4/2019).

Berdasarkan pantauan melalui Bloomberg, harga saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. langsung dibuka menguat 55 poin dari level Rp1.770 ke Rp1.825 pada pembukaan perdagangan, Kamis (18/4/2019). Saham emiten berkode ADHI itu diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 10,08 kali.

Selanjutnya, saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. juga menguat 70 poin dari Rp2.330 ke Rp.2400. Kontraktor pelat merah bekode saham WIKA itu tercatat diperdagangkan dengan PER 12,44 kali.

Sementara itu, pergerakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menguat 60 poin pada sesi pembukaan perdagangan ke level Rp2.170. Bahkan, saham emiten bersandi WSKT itu masih diperdagangkan dengan valuasi 7,47 kali.

Tidak ketinggalan, saham kontraktor pelat merah lainnya, PT PP (Persero) Tbk. juga menguat 60 poin ke level Rp2.450. Saham perseroan tercatat diperdagangkan di kisaran PER 10,33 kali.

Di sisi lain, perseroan jalan tol milik negara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. juga melesat 200 poin ke level Rp6.300 pada pembukaan perdagangan, Kamis (18/4/2019). Emiten bersandi JSMR itu diperdagangkan dengan PER 20,38 kali.

Berdasarkan kinerja keuangan 2018 emiten konstruksi badan usaha milik negara (BUMN) yang dihimpun Bisnis.com, Wijaya Karya dan Adhi Karya membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit secara tahunan pada 2018. Sementara itu, Waskita Karya dan PP merealiasikan pertumbuhan laba bersih satu digit tahun lalu.

Adapun, JSMR juga merealisasikan pertumbuhan laba bersih tipis pada 2018. Tercatat, laba bersih perseroan naik 0,11 secara tahunan pada 2018.

Kendati demikian, sejumlah analis masih merekomendasikan saham-saham emiten BUMN karya. Hal itu sejalan dengan prospek pembangunan infrastruktur ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, bumn karya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top