Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.156, Rupiah Terdepresiasi Tipis di Pasar Spot

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.156 per dolar AS, melemah tipis 1 poin atau 0,01% dari posisi Rp14.155 pada Rabu (10/4).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 April 2019  |  10:58 WIB
Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.156, Rupiah Terdepresiasi Tipis di Pasar Spot
Transkasi penukaran uang rupiah di sebuah money changer di Jakarta, Selasa (4/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.156 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (11/4/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.156 per dolar AS, melemah tipis 1 poin atau 0,01% dari posisi Rp14.155 pada Rabu (10/4).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.159 per dolar AS pada pukul 10.42 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.146 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Rabu (10/4/2019) ditutup melemah 0,14% atau 20 poin ke level Rp14.153 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.146-Rp14.161 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,01% atau 0,006 poin ke level 96,94 pada pukul 10.31 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,06% atau 0,054 poin ke level 96,892. Adapun pada akhir perdagangan Rabu (10/4), indeks dolar AS ditutup melemah 0,06% atau 0,06 poin ke level 96,946.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)   

11 April

14.156

10 April

14.155

9 April

14.150

8 April

14.145

5 April

14.158

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top