Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebijakan Urbanisasi China Topang Bursa Emerging Market

Bursa saham pasar negara berkembang (emerging market) naik ke level tertingginya dalam delapan bulan pada perdagangan sore ini, Selasa (9/4/2019), didorong penguatan di Asia setelah China melancarkan langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 09 April 2019  |  16:47 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham pasar negara berkembang (emerging market) naik ke level tertingginya dalam delapan bulan pada perdagangan sore ini, Selasa (9/4/2019), didorong penguatan di Asia setelah China melancarkan langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data Reuters, indeks saham emerging market MSCI naik untuk sesi perdagangan hari kesembilan beruntun. Sementara itu, indeks saham blue chip China menguat 0,4%.

Otoritas China pada Senin (8/4/2019) menyatakan pemerintah akan melonggarkan pembatasan tempat tinggal di banyak kota kecilnya tahun ini serta meningkatkan pengeluaran infrastruktur.

Kebijakan tersebut menjadi dorongan terbaru untuk meningkatkan populasi perkotaan serta menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi yang melambat.

China bertujuan untuk meningkatkan tingkat urbanisasi China setidaknya 1 poin persentase pada akhir tahun ini. Pada 2018, sekitar 59,6% populasi China tinggal di daerah perkotaan.

Langkah ini menambah sentimen positif bagi bursa saham Asia khususnya setelah China sebelumnya menyatakan akan menambah pemotongan untuk giro wajib umum perbankan guna mendorong pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah.

Sejalan dengan bursa emerging market, mata uang emerging market turut menguat seiring dengan pelemahan dolar AS yang terbebani kombinasi pelemahan data ekonomi AS dan penguatan mata uang komoditas seperti dolar Australia.

Meski mayoritas mata uang emerging market di Asia naik, namun minimnya sentimen baru dan latar belakang pertumbuhan global yang melambat membatasi penguatannya.

Selain mata uang komoditas, dolar AS juga terbebani data yang menunjukkan penurunan pesanan barang tahan lama di AS pada Februari serta penguatan euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB).

“Kita melihat penguatan pada mata uang dan bursa saham emerging market. Tidak ada alasan khusus untuk pergerakannya, tetapi sebagian mungkin karena investor mencermati perundingan perdagangan AS-China,” ujar William Jackson, kepala ekonom emerging market di Capital Economics.

Penasihat ekonomi Presiden Donald Trump mengatakan AS dan China “semakin dekat” dengan kesepakatan perdagangan. Para pejabat pemerintahan dari kedua negara akan melanjutkan perundingannya pekan ini via teleconference.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks msci emerging market
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top