Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minat Investor untuk Investasi Berdampak Capai US$26 triliun

Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh IFC, bagian dari Grup Bank Dunia menunjukkan minat investor terhadap “Impact Investing” atau investasi yang memberikan dampak sosial positif disamping keuntungan finansial yang kuat dapat mencapai US$26 triliun.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 April 2019  |  23:37 WIB
International Finance Corporation, bagian dari Grup Bank Dunia - Istimewa
International Finance Corporation, bagian dari Grup Bank Dunia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan terbaru yang dikeluarkan oleh IFC, bagian dari Grup Bank Dunia, menunjukkan minat investor terhadap “Impact Investing” atau investasi yang memberikan dampak sosial positif disamping keuntungan finansial yang kuat dapat mencapai US$26 triliun.

Adapun dalam laporan yang berjudul “Creating Impact: The Promise of Impact Investing”, merupakan kajian mendalam mengenai potensi pasar global dari Investasi Berdampak.

Di pasar saham dan obligasi, laporan itu memperkirakan bahwa minat investor dapat mencapai US$21 triliun. Selain itu, terdapat tambahan US$5 triliun yang dapat berasal dari perusahaan investasi (Private Equity), utang nonpemerintah dan modal ventura.

"Realisasi dari potensi ini akan tergantung pada tersedianya peluang dan sarana investasi yang memungkinkan investor untuk memperoleh dampak serta keuntungan finansial, secara berkelanjutan,"ujar CEO IFC, Philippe Le Houérou melalui laporan itu, Senin (8/4/2019).

Tak hanya itu, laporan itu juga menyebut terdapat potensi dana hingga US$268 triliun dari berbagai aset keuangan institusi dan rumah tangga dari seluruh dunia yang dapat disalurkan untuk investasi ini.

Laporan tersbeut juga menyatakan bahwa jika 10 persen dari potensi dana ini disalurkan untuk investasi yang berfokus pada perbaikan kondisi sosial dan lingkungan, maka akan tersedia pendanaan untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals yang pada saat yang bersamaan juga memfasilitasi kondisi rendah karbon di masa depan.

Tumbuhnya permintaan Investasi Berdampak, sebagian merupakan refleksi dari perubahan kondisi demografi. Menurut Accenture, di Amerika bagian utara saja terdapat paling tidak US$30 triliun kekayaan yang akan di transfer dalam beberapa dekade mendatang dari generasi “Baby Boomers” ke generasi X dan millennial. Investor generasi muda semakin cenderung memilih strategi investasi berlatar sosial dan lingkungan, dan mau berinvestasi dalam nilai yang besar.

“Semakin banyak investor – termasuk generasi muda – yang menginginkan agar investasi mereka disalurkan ke dalam pendanaan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan”imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bank dunia ifc
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top