AKSI EMITEN 5 APRIL: Emiten Tambang Logam Mengilap, WSBP & WTON Melaju Usai Pemilu 2019

Berita mengenai pertumbuhan laba bersih emiten tambang logam serta proyeksi kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menjadi sorotan media nasional, Jumat (5/4/3019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 April 2019  |  09:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pertumbuhan laba bersih emiten tambang logam serta proyeksi kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menjadi sorotan media nasional, Jumat (5/4/3019).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Emiten Tambang Logam Mengilap. Kenaikan harga komoditas dan pertumbuhan produksi berhasil memoles laba bersih sejumlah emiten pertambangan logam hingga tumbuh tiga digit pada 2018. (Bisnis Indonesia)

WSBP & WTON Melaju Usai Pemilu 2019. Pundipundi kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk. dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. diproyeksikan kian tebal usai Pemilu 2019. (Bisnis Indonesia)

Korporasi Ramai-Ramai Belanja Kapal Baru. Sejumlah emiten pelayaran siap mendatangkan kapal baru guna meningkatkan kinerja perseroan pada tahun ini. Salah satunya adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS) yang akan menambah 5 unit kapal baru untuk pengembangan bisnis perseroan. (Bisnis Indonesia)

MABA Targetkan Kenaikan 25%. Emiten properti PT Marga Abhinaya Abadi Tbk. memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hingga 25% pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

Humpuss Mengejar Dana Segar. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$82 juta pada tahun ini. Salah satu sumber pendanaannya berasal dari penerbitan surat utang atau obligasi berkelanjutan dengan nilai maksimal sekitar Rp1 triliun. (Kontan)

Buana Lautan Bidik Rp3,7 T dari Rights Issue dan Obligasi Global. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) berencana menggalang dana eksternal hingga Rp3,7 triliun tahun ini. Dana itu akan berasal dari penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue hingga Rp935 miliar dan emisi obligasi global (global bond) US$200 juta atau setara Rp2,8 triliun. (Investor Daily)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, aksi emiten

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top