Bidik Pertumbuhan Double Digit, Berikut Strategi PZZA

PT Sari Melati Kencana Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% sepanjang 2019.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 April 2019  |  13:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Sari Melati Kencana Tbk. menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% sepanjang 2019.

Direktur PZZA, Jeo Sasanto mengatakan besaran target pertumbuhan pendapatan itu juga sejalan dengan target laba. Adapun target yang disusun tak berbeda jauh dengan tahun lalu lantaran mengharapkan pertumbuhan yang stabil.

Dia melanjutkan strategi bertahan perseroan akan mengacu kepada ekspasni berkelanjutan dan pertumbuhan pelanggan, peningkatan kapasitas fasilitas produksi in-house, optimalisasi pembiayaan serta pengembangan kemampuan operasional dan organisasi.

“Selain itu, perseroan tetap berdedikasi mempertahankan pertumbuhan gerai yang sama hingga 5%,”katanya kepada Bisnis Selasa (2/4/2019).

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis per Desember 2018, kinerja PZZA tercatat positif dengan pertumbuhan penjualan 16% menjadi Rp3,5 triliun dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3 triliun. PZZA juga membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp173 miliar atau tumbuh 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penjualan makanan mendominasi sebesar Rp3,1 triliun atau tumbuh 19% dibandingkan pada 2017 (y-o-y) senilai Rp2,6 triliun. Sejalan dengan peningkatan penjualan bersih dari sektor minuman tumbuh 9,5% menjadi Rp469 miliar dari Rp428 miliar.

Jeo menyebut penopang kinerja tidak lepas dari realisasi pembukaan gerai baru yang sesuai target yakni 60 gerai. Selain itu juga, program internal perusahaan seperti promosi dan dukungan secara makro ekonomi seperti stabilitas kurs dollar dan inflasi terkendali.

“Hal-hal itu membuat kinerja perusahaan bisa dijalankan dengan baik dan terkendali,”katanya kepada Bisnis Senin (1/4/2019).

Emiten restoran dengan brand Pizza Hut, itu juga tercatat sepanjang 3 tahun belakangan secara agresif membuka gerai atas dasar perjanjian kontrak dengan para franchisor sebanyak 175 gerai.

Menurutnya, tahun ini sentimen optimisme untuk industri makanan dan minuman akan tetap terjaga dengan indikator pertumbuhan ekonomi yang stabil. Lebih jauhnya, dia juga melihat adanya potensi yang besar dari perkembangan sosial media melalui aplikasi pembayaran online, seperti adan, go pay atuapun ovo yang bisa efektif mengencangkan laju penjualan.

Belum lagi, tren gaya hidup masyarakat saat ini dengan kesibukan dan kemacetan, akan lebih banyak masyarakat yang tidak memiliki waktu untuk memasak sendiri di rumah. Selain itu, dukungan dan peluang rencana ekspansi berasal dari subsidi royalty dan opening fee oleh para franchisor.

Selain itu, lanjut dia masih ada pemanfaatan dana IPO PZZA pada 2018 lalu, akan secara efektif menambah pundi untuk merealisasikan target pertumbuhan yang telah dicanangkan.

Menurut Joe, 65% ekspansi outlet baru masih akan berada di pulau Jawa. Terutama, kata dia, karena titik-titik di Jabodetabek atau pulau Jawa yang memberikan kontribusi terbesar bagi pundi-pundi keuangan perusahaan. Kendati tak memungkiri banyak daerah-daerah baru yang sangat potensial bermunculan setiap tahun, seperti yang baru-baru ini dibuka di Cianjur, Gorontalo, Pematang Siantar.

PZZA juga diprediksikan mampu meraup penjualan yang signifikan selama bulan Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Kontribusinya kenaikannya hingga 20% hingga 30% dibandingkan bulan lainnya.

“Hanya saja, tantangan ke depannya adalah agreement dengan franchisor akan berakhir tahun ini. Kami sedang diskusi untuk menentukan apakah perpanjangan kontrak dilakukan denga pola yang sama dengan agresif atau kami lebih slow down nantinya. Negosiasi kami targetkan pada kuartal III/2018 sudah ada finalisasi,”katanya.

Dia mengatakan, perusahaan mengalokasikan Rp450 miliar untuk belanja capex di tahun 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pizza hut

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup