Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Minyak WTI Terbebani Isu AS-China, Harga Batu Bara Turun

Harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kompak turun pada akhir perdagangan Selasa (19/3/2019).
Minyak WTI/Reuters
Minyak WTI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di sejumlah bursa komoditas kompak turun pada akhir perdagangan Selasa (19/3/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Juni 2019 ditutup melorot 1,10 poin atau 1,21% di level US$89,75 per metrik ton, setelah berakhir naik 0,44% di posisi 90,85 pada perdagangan Senin (18/3).

Harga batu bara Newcastle kontrak yang lebih aktif Mei 2019 pada perdagangan Selasa berakhir melemah 1,10% atau 1 poin di US$90,25 per metrik ton, setelah mampu naik ke posisi 91,25 pada perdagangan sebelumnya.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif April 2019 juga berakhir melemah 1,65% atau 1,15 poin di posisi 68,65, setelah ditutup naik 0,22% atau 0,15 poin di level 69,80 pada Senin.

Sementara itu, harga batu bara thermal untuk pengiriman Mei 2019 di  Zhengzhou Commodity Exchange, berakhir turun 0,20% atau 1,2 poin di level 591,4 yuan per metrik ton pada perdagangan Selasa.

“Saat Pertemuan tahunan China berakhir, operasi tambang batu bara harus dilanjutkan secara progresif berkat lebih sedikit pembatasan,” tulis analis Daiwa Dennis Ip dalam risetnya.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) tergelincir dari penguatannya setelah sejumlah pejabat AS dikabarkan mengkhawatirkan reaksi negatif China dalam negosiasi perdagangan antara dua konsumen energi terbesar dunia tersebut.

Pada perdagangan Selasa (19/3), minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman April 2019 ditutup turun 0,1% atau 0,06 poin di level US$59,03 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kendati demikian, minyak Brent untuk kontrak Mei 2019 mampu berakhir naik 0,07 poin atau 0,1% di posisi US$67,61 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, kekhawatiran baru seputar perundingan perdagangan AS-China membayangi prospek pertumbuhan global dan permintaan untuk minyak mentah.

“China telah menjadi pendorong nyata di balik permintaan minyak secara global selama satu dekade terakhir dan jika itu terhenti, maka akan membuat pelaku pasar sangat resah,” ujar Michael Lynch, Presiden Strategic Energy & Economic Research di Winchester, Massachusetts.

Laporan American Petroleum Institute (API) yang dikabarkan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 2,13 juta barel pekan lalu pun tidak cukup untuk mengangkat harga minyak AS dalam after hour trading.

API melaporkan pasokan bensin turun 2,79 juta barel pekan lalu. Stok minyak distilasi nasional dan penyimpanan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, juga menurun.

Analis memperkirakan data pemerintah yang dirilis Rabu (20/3) akan menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah sebesar 1,75 juta barel pekan lalu, menurut perkiraan median dalam survei Bloomberg.

Harga minyak telah naik sekitar 30% sepanjang tahun ini seiring dengan upaya Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan aliansinya (OPEC+) untuk mengurangi produksi demi menghindari kelebihan pasokan global dengan melonjaknya produksi minyak AS.

Sementara itu, sanksi yang dilancarkan pemerintah AS terus menekan pasokan dari Iran dan Venezuela. Namun tensi perdagangan AS-China yang tengah berlangsung sejauh ini membatasi penguatan minyak.

Bagaimana pun, harga minyak masih memperoleh sedikit dukungan dari berita bahwa OPEC dan mitranya akan melanjutkan langkah pengurangan pasokan untuk saat ini.

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

19 Maret

89,75

(-1,21%)

18 Maret

90,85

(+0,44%)

15 Maret

90,45

(-1,68%)

14 Maret

92,00

(+0,66%)

Sumber: Bloomberg

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper