Geliat Investasi Daerah, Tukang Ojek pun Jadi Pemegang Saham

Geliat investasi saham ternyata tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi juga kota kecil dan menengah. Profil investornya pun kian beragam mulai dari kelas ekonomi bawah hingga atas.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  20:00 WIB

Bisnis.com, BITUNG—Geliat investasi saham ternyata tidak hanya berkembang di kota-kota besar, tetapi juga kota kecil dan menengah. Profil investornya pun kian beragam mulai dari kelas ekonomi bawah hingga atas.

Bitung menjadi salah satu kota dengan catatan perkembangan investasi saham yang atraktif. Pada 2018, jumlah investor pasar modal mencapai 840 orang, melonjak 100,48% year on year (yoy) dibandingkan 419 orang pada 2017.

Sejalan dengan pertumbuhan investor, total transaksi juga cenderung mengalami peningkatan setiap bulannya. Berdasarkan catatan Galeri Investasi Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bitung, pada April—Desember 2018 total transaksi mencapai Rp3,5 miliar.

Galeri Investasi TP-PKK di Kecamatan Maesa tersebut menjadi galeri investasi tingkat kecamatan yang pertama di Indonesia. Peresmiannya dilaksanakan pada 25 April 2018 oleh Direktur Bursa Efek Indonesia saat itu Nicki Hogan, Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina, dan Walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban.

Pendirian Galeri Investasi diprakarsai oleh Ketua TP-PKK Khouni Lomban Rawung. Khouni mengenal pasar modal pada 2014, ketika BEI perwakilan Sulut mengadakan workshop bertajuk kegiatan perempuan dan investasi.

“Saat itu saya mulai tertarik untuk mempelajari lebih lanjut bukan hanya untuk kepentingan investasi pribadi, tapi tentu saja kepentingan invetasi semua masyarakat di Kota Bitung,” tuturnya kepada Bisnis.com, Jumat (22/2/2019)

Setelah memelajari lebih lanjut, dia pun berdiskusi dengan Walikota Bitung dan Kepala Kantor BEI Manado Fonny The. Dengan adanya kerja sama dengan sejumlah pihak, terbentuklah Galeri Investasi TP-PKK.

Menurut Khouni, kegiatan investasi saham di Bitung kian semarak. Profil investor cenderung beragam mulai dari mahasiswa, tukang ojek, tukang sayur, guru, pegawai swasta, PNS, bahkan hingga pensiunan berusia 74 tahun.

“Jadi kita ada satu grup itu kan yang update informasi saham setiap hari. Ramai deh. Sambil jualan sayur atau ngojeg juga bisa investasi,” ungkapnya dengan semangat.

Semarak investasi saham di Bitung tak lepas dari dukungan pemerintah kota. Hal itu terlihat dari penyiapan infrastruktur berupa alokasi salah satu ruangan di Gedung Perempuan dan Anak Kota Bitung. Ruangan itulah yang dioperasikan menjadi Galeri Investasi TP –PKK.

Selain itu, salah satu ruangan di kantor Kecamatan Maesa juga disulap menjadi ruangan Galeri Investasi tingkat kecamatan. Galeri itu dilengkapi dengan sarana prasarana sebagai penunjang proses belajar dan tempat masyakat melakukan transaksi saham di pasar modal.

Adanya berbagai fasilitas dan dukungan pemerintah kota, diharapkan berbagai lapisan masyarakat dapat memahami seluk beluk berinvestasi di pasar modal.  Dengan demikian, banyak pihak yang akhirnya dapat menikmati keuntungan melalui investasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, investasi daerah, investasi saham

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top